SKI News
Cabai Rawit Makin Pedas, Harga di Pasar Legi Ponorogo Tembus Rp 70 Ribu

Aktivitas pedagang dan pembeli mewarnai Pasar Legi Ponorogo. Seorang warga tampak membeli cabai di tengah harga cabai rawit terus melonjak.
Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Harga cabai rawit di Pasar Legi Songgolangit, Ponorogo, kembali melejit. Komoditas bumbu dapur itu kini menembus Rp 70 ribu per kilogram, naik sekitar Rp 5 ribu dari harga sebelumnya Rp65 ribu.
Kenaikan harga mulai terasa sejak awal Agustus 2026. Pedagang menduga kondisi cuaca serta gagal panen menjadi pemicu berkurangnya pasokan cabai rawit dari petani lokal.
Pantauan di Pasar Legi Ponorogo, Minggu (6/9/2026), aktivitas perdagangan tampak lebih sepi. Sejumlah pedagang mengaku penjualan cabai ikut menurun seiring harga terus bergerak naik.
Suprihatin, pedagang bumbu dapur di Pasar Legi, mengatakan harga cabai rawit sebelumnya masih berada pada kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Harga kemudian naik bertahap hingga mencapai Rp 70 ribu.
“Sekarang Rp 70 ribu. Biasanya Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu. Ponorogo gagal panen, banyak busuk dan rontok. Cabai ini dari Tulungagung,” kata Suprihatin.
Menurutnya, kenaikan berlangsung sejak Agustus lalu. Harga sempat berada di kisaran Rp 40 ribu-Rp 45 ribu, kemudian naik menjadi Rp 50 ribu, Rp 55 ribu, hingga kini Rp 70 ribu per kilogram.
Pasokan dari Ponorogo juga disebut belum mampu memenuhi kebutuhan pasar akibat hasil panen petani menurun.
Dampaknya terasa langsung pada tingkat penjualan. Jika sebelumnya Suprihatin mampu menjual sekitar 20-25 kilogram cabai rawit per hari, kini penjualan hanya berkisar 10-15 kilogram.
“Biasanya beli satu kilo, sekarang satu ons, kadang seperempat kilo,” ujar Suprihatin.
Lonjakan harga membuat konsumen ikut mengatur ulang belanja. Yuliana Wati, salah satu pembeli, mengaku kaget saat mengetahui harga cabai rawit sudah mencapai Rp70 ribu per kilogram.
“Rp70 ribu per kilo. Itu naik,” katanya.
Menurut Yuliana, kenaikan harga cukup memberatkan karena cabai tetap menjadi kebutuhan dapur. Ia memilih mengurangi jumlah pembelian agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.
“Buat masak. Biasanya beli seperempat kilo, tidak banyak-banyak. Sekarang disesuaikan saja,” ujarnya.
Di tengah lonjakan harga cabai rawit, sejumlah komoditas lain justru bergerak berbeda. Harga bawang merah turun menjadi sekitar Rp 23 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 30 ribu.
Sementara bawang putih masih bertahan di kisaran Rp 28 ribu per kilogram.
Pedagang berharap pasokan cabai kembali normal sehingga harga segera stabil. Mereka juga berharap daya beli masyarakat kembali pulih sehingga transaksi di Pasar Legi kembali ramai.*…
Jurnalis: Priyam.
