Bulog Didesak Beli Gabah Kering Panen-Luar Biasa

ADA SUBSIDI: Komandan Kodim 0803 Madiun Letkol Inf Rachman Fikri, saat menyampaikan soal subsidi Rp 400 per kg dari pemerintah, untuk pembelian gabah jenis GKP-LB. Lalu, diminta bisa membeli dengan harga Rp 3.700 per kg

ADA SUBSIDI: Komandan Kodim 0803 Madiun Letkol Inf Rachman Fikri, saat menyampaikan soal subsidi Rp 400 per kg dari pemerintah, untuk pembelian gabah jenis GKP-LB. Lalu, diminta bisa membeli dengan harga Rp 3.700 per kg

Madiun.Suarakumandang.com- Sejumlah tuntutan dari Gapoktan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Perikanan serta Kodim 0803 Madiun. Mereka mendesak Bulog hadir dalam panen petani dan memberikan harga untuk Gabah Kering Panen-Luar Biasa (GKP-LB). Sebab, selama ini kehadiran Bulog dirasa minim, lalu membeli harga jauh dibawah pasaran.

Demikian sejumlah tuntutan disampaikan para Gapoktan, dinas dan Kodim 0803 Madiun dalam Rapat Koordinasi Serapan Gabah di Kabupaten Madiun Tahun 2017, di ruang rapat Dinas Ketahanan Pangan setempat, Kamis (09/03/2017). “Dalam tahun lalu (2016), kami nyaris tidak merasakan kehadiran Bulog saat panen,” ujar Sardi salah satu Gapoktan.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan M Najib mengatakan dalam berbagai kesempatan panen, Bulog hadir dilokasi usai panen. “Jika seperti ini. Bagaimana bisa menyerap secara maksimal ? Kami minta Bulog bisa dilokasi tengah panen, dengan sudah disubsidi pemerintah Rp 400 per kg, agar petani bisa menikmati harga dari pemerintah,” tandasnya.

Senada disampaikan Komandan Kodim 0803 Madiun Letkol Inf Rachman Fikri menegaskan Bulog harus bisa membeli GKP-LB. Harga pasar GKP sejumlah desa saat ini mencapai Rp 3.600-Rp 3.750 per kg, jika Bulog bersikukuh harga dibawah itu. Maka, dijamin Bulog kesulitan menyerap gabah.

“Padahal, di Kabupaten Madiun diberi target sebanyak 38.444 ton gabah. Kami berusaha kadar airnya 26, syukur-syukur bisa dibawah 25 dengan harga Rp 3.700 per kg. Harga segitu sudah disubsidi pemerintah Rp 400 per kg, jadi tidak ada alasan tidak bisa. Kami diberi tugas pengawalan dan pengawasan subsidi itu,” ujarnya lagi.

Sejumlah pihak hadir dalam acara itu, merasa dengan subsidi dari pemerintah Rp 400 per kg, Bulog masih bisa mendapat keuntungan. Menanggapi hal itu, Bidang Pengadaan Bulog Subdivre Madiun Rofi’i hanya bisa menyatakan siap hadir dilokasi panen dengan harga subsidi.

Sebelumnya, Komandan Kodim 0803 Madiun bersama Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun sempat meninjau panen di Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. “Harga terendah Rp 3.600 per kg, pak. Sebab, padi dipanen sejak pagi, jika dipanen dari jam 10.00 bisa dihargai Rp 3.700-Rp 3.750 per kg,” Sayuti. Basuki/Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.