Connect with us

SKI News

Bedol Pusaka, Ipong Doakan Masyarakat Ponorogo Lebih Bahagia dan Sejahtera

Published

on

Suarakumandang.com,BERITA PONOROGO. Pemerintah kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mengadakan acara Bedol Pusaka  di rumah dinas Bupati, Jumat (30/09/2019).

Malam itu, suasana rumah dinas Bupati Ponorogo  nampak begitu sacral saat Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menyerahkan 3 unit pusaka  untuk dibawa ke Batoro Khatong dalam acara menyambut 1 suro.

Bedol pusoko merupakan prosesi pelepasan 3 unit pusaka yakni Songsong Payung Tunggul Wulung, Tombak Tunggul Nogo dan Sabuk Angkin Cindhe Puspito.

Selanjutnya,  ketiga pusaka di arak menuju Makam Batoro Khatong untuk disinggahkan sementara, sabtu siang (31/08/2019) akan diarak Kembali menuju kota tengah atau Pendopo Agung, yang kemudian di tempatkan Kembali di Rumah Dinas Bupati (Pringgitan).

Ipong menceritakan, Bedol Pusoko sendiri merupakan simbolis peralihan kota lama (Pasar Pon,red) menuju Pendopo Agung yang saat ini  pemerintahan Kabupaten Ponorogo. “Peralihan ini dengan ditandai diaraknya 3 unit pusaka  yang merupakan Peninggalan Bupati pertama Ponorogo Batoro Khatong,”ujar Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Jumat (30/09/2019).

Lanjutnya, saat itu pada tahun 1738 saat Ponorogo dipimpin bupati ke-13 Hadi Merto Negoro pusat pemerintahan Ponorogo dipindah dari kota lama menuju kota tengah, “Yang saat ini berdiri Pendopo Agung ini,” Kata Ipong usai prosesi penyerahan 3 Pusaka tersebut.

“Besok siang, kita bawa kembali dengan di arak menuju Kota tengah  dalam acara kirab pusaka Ponorogo,”ujar Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Jumat (30/09/2019).

Dengan Simbolisitas Budaya Bedol Pusoko , Bupati Ponorogo Berharap Tahun Baru Islam Kali ini, Masyarakat Ponorogo akan lebih bahagia dan sejahtera.”Setiap kita menghadapi Tahun Baru, ya kita berharap lebih baik, kita mendapat rezeki yang lebih banyak, Kesehatan Yang lebih baik dan sebagainya,” terangnya.

Acara ini merupakan  rangkaian Grebeg  Suro atau Hari Jadi kota Ponorogo yang Ke 523, untuk pengingat  akan kokohnya Budaya Bumi Reyog Dan Religiusitas yang tinggi.

Jurnalis: Yoga Kariem (Magang).

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *