SKI News
Api Gunung Pringgitan Merambat, Rumah Warga Tinggal 10 Meter dari Kobaran

Petugas gabungan berjibaku memadamkan kobaran api di kawasan Gunung Pringgitan, Desa Kambeng, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Rabu (16/9/2026).
Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Kebakaran melanda kawasan Gunung Pringgitan, Desa Kambeng, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, selama dua hari. Kobaran api telah menghanguskan sekitar 5 hektare kawasan hutan lindung Perum Perhutani serta hutan rakyat.
Kebakaran terjadi di Petak 61 D RPH Guyangan, BKPH Ponorogo Barat, KPH Lawu Ds. Hingga Rabu (16/9/2026) siang, petugas masih berjibaku mengendalikan api akibat medan terjal serta tiupan angin cukup kencang.
Kobaran api bahkan sempat mendekati permukiman warga. Jarak api dengan rumah warga diperkirakan hanya sekitar 10 hingga 15 meter.
Petugas gabungan dari Perhutani, Polri, TNI dan BPBD Ponorogo terus melakukan pemadaman secara manual menggunakan metode gepyok.
“Medannya sangat curam. Belum lagi kami hanya bisa melakukan pemadaman dengan cara digepyok,” kata Gemilang AM, tim rescue BPBD Ponorogo saat ditemui di lokasi, Rabu (16/9/2026).
Selain menghanguskan semak belukar, api turut membakar tanaman jati serta pohon alba berusia sekitar 15 tahun.
Kebakaran juga mengancam habitat satwa liar di kawasan Gunung Pringgitan. Sejumlah satwa seperti ular sanca, kera ekor panjang, babi hutan dan kijang diketahui berada di kawasan tersebut.
“Di sini banyak hewan liar. Ada ular sanca, kera ekor panjang, babi hutan serta kijang,” jelas Gemilang.
Joko Setiono, warga sekitar, mengatakan kobaran api sempat mencapai belakang rumahnya pada Selasa malam. Beruntung, petugas segera melakukan pemadaman.
“Semalam api sudah sampai di belakang rumah. Untungnya petugas BPBD dan polisi segera melakukan pemadaman dengan cara gepyok,” ujarnya.
Kebakaran juga mengancam sumber air warga lereng Gunung Pringgitan. Selang air milik warga ikut terbakar akibat rambatan api.
“Banyak warga selama ini mengandalkan air dari sumber di gunung. Kalau kebakaran seperti ini, airnya pasti mati. Termasuk selang air ikut terbakar,” pungkasnya.
Hingga Rabu siang, petugas gabungan masih melakukan pemadaman serta pemantauan guna mencegah api meluas ke permukiman dan kawasan hutan lainnya.*…
Jurnalis: Priyam.
