SKI News
Mak-Mak Dasteran Bikin Omah Sampah Bergoyang, Gapuk FC Angkat Trofi SAROJA CUP 2026

Mak-Mak Dasteran berfoto bersama usai penutupan SAROJA CUP 2026 di Lapangan Omah Sampah, Kediri, Sabtu malam (29/8/2026). Senyum lebar, sportivitas, dan kekompakan menutup kompetisi penuh keseruan.
Suarakumandang.com, BERITA KEDIRI. Kesederhanaan bukan alasan untuk kehilangan semangat. Lapangan Omah Sampah justru berubah meriah saat partai puncak SAROJA CUP 2026 digelar Sabtu malam (29/8/2026).
Tim Gapuk FC dari Kelurahan Tamanan sukses merebut juara pertama setelah menundukkan Mawar dari Kelurahan Pojok dengan skor 2-1. Trofi serta uang pembinaan pun resmi dibawa pulang.
Ratusan warga memadati lapangan. Bukan festival mewah ala perayaan HUT RI, namun atmosfer pertandingan tetap panas, seru, sekaligus penuh tawa.
Sebelum laga final dimulai, panitia lebih dulu menyuguhkan pertandingan futsal bocil sarungan. Enam tim bocil turun ke lapangan, membuat penonton pecah oleh aksi lucu mereka.
Empat tim sebelumnya memastikan tiket partai puncak, yakni Mawar, Buaya Cantik, Macan, dan Gapuk FC. Perebutan posisi ketiga mempertemukan Macan dari RW 02 Pojok melawan Buaya Cantik dari RT 14 RW 03.
Buaya Cantik berhasil mengamankan posisi ketiga. Sementara Gapuk FC tampil sebagai kampiun setelah menang tipis 2-1 atas Mawar.
Perwakilan Gapuk FC, Novita, mengaku bahagia bisa mengikuti kompetisi sekaligus membawa pulang gelar juara.
“Pastinya kami sangat bahagia bisa berpartisipasi sekaligus menjuarai kompetisi. Harapan ke depan, turnamen ini kembali digelar dengan peserta lebih banyak serta hadiah lebih besar,” ujarnya.
Ketua Panitia Imam Sopi’i menyampaikan apresiasi kepada anggota SAROJA serta masyarakat atas dukungan selama turnamen berlangsung.
“Terima kasih kepada teman-teman SAROJA dan masyarakat atas partisipasinya. Turnamen kali ini bisa berjalan sesuai harapan. Kami akan melakukan evaluasi supaya gelaran berikutnya lebih baik dan meriah,” katanya.
Menurut Imam, antusiasme warga menjadi sinyal kuat agar kompetisi serupa terus digelar. Selain olahraga, turnamen juga menjadi ruang bertemu, berinteraksi, serta mempererat hubungan antarwarga.
“Insya Allah kami akan menyelenggarakan lagi turnamen serupa dengan format lebih baik. Selain sebagai ajang olahraga, kegiatan ini menjadi sarana saling mengenal antar pemain,” tambahnya.
Pembagian hadiah turut diwarnai penghargaan individu. Nurkamah dari tim Mawar dinobatkan sebagai top skor. Sementara penghargaan pemain tertangguh diberikan kepada Utini, pemain berusia 60 tahun.
SAROJA CUP 2026 akhirnya bukan sekadar perebutan trofi. Di tengah lingkungan terdampak bau sampah TPA Klotok, warga menunjukkan semangat, kekompakan, serta sportivitas.
Lapangan sederhana boleh jadi panggungnya. Namun semangat Mak-Mak Dasteran? Kelasnya tetap juara.*…
Jurnalis: Pendi.
