SKI News
9.5 Milyar untuk Pilkades Serentak Ngawi Cair Pasca Pilpres

DPMD laksanakan sosialisasi Pilkades serentak Ngawi 2019 dan pastikan anggaran akan cair pasca pilpres sebelum pelaksanaan.
Suarakumandang.com,BERITA NGAWI.Usai pesta demokrasi pemilu 2019 pada bulan April mendatang , Kabupaten Ngawi juga akan menggelar Pilkades tanggal 29 Juni 2019. Sebanyak 178 desa di 19 kecamatan akan memilih kepala desa baru karena masa periode jabatanya telah berakhir.
Dari sejumlah tersebut 3 diantaranya turut diikut sertakan meskipun masa jabatan kepala desanya masih berakhir tahun 2020, adalah desa desa Legowetan kecamatan Bringin, Jagir kecamatan Sine serta desa Macanan kecamatan Jogorogo.
Sebanyak 9,5 milyar dianggarkan dari APBD untuk mendanai pilkades tersebut, jauh lebih sedikit dari anggran yang digelontorkan untuk pemilukada dan pilpres bulan april 2019 yang mencapai 20 milyar.
“Pilkades serentak di Ngawi tahun 2019 adalah agenda tak terelakkan dan satu keniscayaan, meskipun ada hajat besar lain yaitu pemilu DPRD I, DPRD II, DPR RI, DPD dan pilpres yang akan diselenggarakan lebih awal di bulan yang sama, permasalahan mendasar terselenggaranya pesta demokrasi besar seperti pemilukada dan pilpres ditambah dengan agenda pilkades adalah masalah anggaran yang akan dibebankan kepada APBD, namun tentunya sudah dihitung sedemikian rupa oleh pihak terkait sehingga dipastikan anggarannya ada.” Kata Kabul Tunggul Winarno, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi. Jumat, ( 28/ 3 ).
Agenda pilkades serentak 2019 sampai saat ini telah melewati beberapa tahapan, setelah menggelar dengar pendapat dengan Komisi 1 DPRD Ngawi, minggu lalu pihak DPMD mengadakan sosialisasi pilkades serentak mendasar perda no 10 tahun 2017 serta perbup no 23 tahun 2017 tentang penyelenggaraan pilkades.
Sosialisasi yang dihadiri kasi pemerintahan dan PMD masing-masing kecamatan, para kades, perangkat desa, BPD serta perwakilan tokoh masyarakat setiap desa, sekaligus sosialisasi fase tahapan akhir yaitu pembentukan panitia pendaftaran bakal calon dan pencairan anggaran yang dilakukan pasca pilpres.
Jurnalis: Ahmad Hakimi
