Connect with us

SKI News

Warga Tolak Gedung SDN dijadikan Tempat Isolasi Para Pemudik

Published

on

Sejumlah warga kelurahan Mangunsuman melakukan aksi demo penolakan gedung SDN dijadikan tempat isolasi

Suarakumandang.com,BERITA PONOROGO. Meski belum tentu positif  mengenai gedung SDN akan dijadikan tempat isolasi para pemudik namun sebagian warga Ponorogo sudah mulai resah.

Seperti warga Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur  melakukan aksi demo penolakan gedung Sekolah Dasar (SD) dijadikan tempat isolasi para pemudik. Rabu, (08/04/2020).

Teguh Slamet selaku ketua RT sekaligus perwakilan warga mengatakan pihaknya menolak kebijakan pemerintah untuk mengalihkan fungsi ruang kelas SDN Mangunsuman dijadikan tempat isolasi para pemudik.

“Penolakan ini karena lingkungan SDN Mangunsuman sudah padat penduduknya,  disamping itu banyak anak anak yang bermain dilingkungan sini, mohon untuk pemerintah mengalihkan lokasi itu atau ditempatkan dimana terserah,”ujar Slamet. 

Sebagai wujud kekecewaan dan aksi warga memilih menyegel pintu masuk SD Mangunsuman dengan menggunakan berbagai baliho bertuliskan penolakan ahli fungsi sekolah.

Senada yang dikatakan, Saifulamri warga setempat juga mengaku keberatan jika gedung SDN  Mangunsuman dijadikan tempat isolasi para pemudik.“Alasan karena disini padat penduduk dan takut terkena imbas karena virus corona,”kata Saifulamri.

Seperti diketahui  Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dalam jumpa pers. Senin, (06/04/2020) lalu telah menyampaikan bahwa  Pemerintah kabupaten Ponorogo akan menyediakan beberapa pilihan. Pertama isolasi mandiri, kedua isolasi tempat yang disediakan oleh pemerintah desa. “Isolasi mandiri yakni isolasi dilakukan di rumah selama 14 hari, tetapi apabila “Mohon Maaf” rumahnya tidak memungkinkan, katakanlah rumahnya kecil sementara anggotanya banyak maka saya perintahkan seluruh desa untuk menyiapkan ruang isolasi umum,”paparnya.

Masih kata Ipong, mereka (pemerintah desa-red) bisa menggunakan rumah kosong atau bisa mengunakan balai desa untuk isolasi warganya yang baru pulang mudik. ”Perintah saya paling tidak setiap desa ada ruang lima isolasi,”terang Ipong.

“Bila tempat isolasi tidak cukup, maka saya sudah minta ke dinas pendidikan sesuai arahan Gubernur untuk menyiapkan gedung-gedung SD, SMP dan SMA/SMK  sebagai tempat isolasi, namun ini semua sebagai cadangan isolasi umum,”jelas Ipong lagi.

Sementara itu, warga berharap kepada pemerintah kabupaten Ponorogo  untuk tegas dalam penanganan dan pencegahan penularan virus corona atau covid 19.  Termasuk menolak keras pemudik yang pulang kampung sebelum situasi benar benar aman dan kondusif.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.