Tersangka Curat Menangis, Bersimpuh Meminta Maaf

MINTA MAAF: Tersangka percobaan pencurian dan pencurian berat, Nur Salim tengah meminta maaf kepada korban Pujianto karyawan PT KAI Daops VII Madiun. Mobil korban nyaris dicuri komplotan residivis itu, korban pun memberikan maaf

Suarakumandang.com,BERITA MADIUN. Baru kali ini, tersangka pencurian dengan pemberatan (curat) dan percobaan pencurian kendaraan roda 4, meminta maaf kepada Pujianto karyawan PT KAI Daops VII Madiun usai gelar Konferensi Pers di Mapolres Madiun, Senin (26/11/2018) lalu, terjadi suasana mengharukan dari salah satu tersangka.

Konferensi Pers dipimpin Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono, Waka Polres Madiun Kompol Rentrix, Kasat Reskrim AKP Logos Bintoro dan Ka Subag Humas AKP Martinus Tjanu.

AKBP Ruruh Wicaksono usai menyerahkan pick up berhasil dicuri dan akan dicuri itu kepada kedua korban, salah satu tersangka yaitu Nur Salim (30) warga Desa Margamulya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, langsung mendatangi kedua korban. Nur Salim dengan mata lembab dan menangis, lalu meminta ijin meminta maaf.

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono pun mengijinkan, Nur Salim dengan tangan masih diborgol mendatangi Pujianto karyawan PT KAI Daops VII Madiun, sekaligus warga Desa Ngepeh, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Nur Salim langsung menyalami dan bersimpuh meminta maaf atas perbuatannya.

Selanjutnya, mendatangi Joko Wiyono warga Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, melakukan sama. Kedua korban memaafkan serta meminta agar tidak melakukan kegiatan merugikan orang lain. “Saya berharap, kamu benar-benar insyaf, karena perbuatannya merugikan orang lain. Setelah keluar penjara nanti, cari pekerjaan halal,” ujar AKBP Ruruh Wicaksono.

Sedangkan, rekan tersangka Suwito (52) warga Desa Bluru Kidul, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, hanya bisa tertunduk melihat Nur Salim meminta maaf. “Salah satu rekan kedua tersangka masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), identitas sudah diketahui. Saya minta agar menyerahkan diri daripada diberikan tindakan tegas,” ujar AKBP Ruruh Wicaksono serius.

Penangkapan kedua tersangka pada akhir pekan lalu sekitar pukul 23.45, petugas Opsnal Sat Reskrim Polres Madiun tengah melakukan patroli, mengetahui ada 3 orang berboncengan mengendarai motor. Lalu, petugas membuntuti, ketiganya berhenti dan halaman rumah korban Joko Wiyono warga Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Mereka mendekati mobil L300  warna coklat tahun 1984 Nopol AE 8775  FC, terparkir di rumah Joko Wiyono, selanjutnya satu orang tersangka mendorong. Saat itulah, petugas langsung melakukan penggerebekan dengan menangkap 2 tersangka dan dari lagi kabur. Turut disita sejumlah kunci dan hand phone, selanjutnya tersangka menjalani pemeriksaan intensif.

Saat kedua tersangka dibawa ke Mapolres Madiun, menerima laporan percobaan pencurian kendaraan roda empat yaitu Pick Up Suzuki T100 warna biru tahun 1997 Nopol AE 8766 FD milik Pujianto warga Desa Ngepeh, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Petugas bersama korban melihat mobil dalam keadaan dirusak pintu, kunci dan lainnya.

Hasil pemeriksaan intensif, kedua tersangka mengaku sempat gagal melakukan pencurian mobil itu. Atas perbuatannya tersangka dalam kasus pertama dijerat pasal 363 ayat (1) ke 3e, 4e, KUHP ancaman hukuman 7 tahun penjara. Kasus percobaan pencurian pasal 363 ayat (1) ke 3e, 4e KUHP Jo. Pasal 53 KUHP ancaman hukuman 7 tahun penjara. Basuki

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.