SKI News
Tambang Masuk Kampung, Ratusan Warga Sayutan Spill Kekhawatiran di Balai Desa

Ratusan warga Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, menghadiri mediasi di Balai Desa Sayutan terkait aktivitas tambang galian C yang diprotes warga karena dinilai berpotensi berdampak pada lingkungan, akses jalan, dan sumber mata air masyarakat, Minggu (17/5/2026).
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Suasana Balai Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, mendadak ramai, Minggu (17/5/2026).
Ratusan warga dari sejumlah dukuh datang untuk menyampaikan penolakan terhadap aktivitas tambang galian C yang disebut berada dekat pemukiman warga.
Kedatangan warga bukan sekadar “rame-rame datang”, tetapi membawa keresahan soal lingkungan, sumber mata air, hingga akses jalan kampung yang selama ini dipakai warga sehari-hari.
Warga menilai aktivitas tambang berpotensi memicu kerusakan lingkungan karena lokasi pengerjaan disebut berada tak jauh dari rumah penduduk, area pemakaman, dan sumber air warga.
“Kalau hujan terus lumpur turun ke jalan kampung, yang repot ya warga,” ungkap salah satu warga dalam forum mediasi.
Penolakan muncul dari sejumlah dukuh di Desa Sayutan. Mereka khawatir aktivitas tambang ke depan bisa berdampak pada keselamatan lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Dalam mediasi yang berlangsung di Balai Desa, warga meminta kejelasan soal perizinan, dampak lingkungan, hingga penggunaan jalan lingkungan yang disebut dipakai kendaraan tambang.
Kepala Desa Sayutan, Suyono, mengatakan Pemerintah Desa berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui musyawarah agar situasi tetap kondusif.
Menurutnya, tuntutan warga meliputi akses jalan lingkungan yang layak, perlindungan sumber air, serta jaminan keamanan bagi masyarakat sekitar lokasi tambang.
Sementara itu, salah satu warga, Takun, menegaskan warga hanya ingin lingkungan tetap aman dan tidak terdampak aktivitas tambang.
“Kami ingin lingkungan tetap terjaga, jalan warga tidak rusak, dan keselamatan masyarakat tetap diperhatikan,” ujarnya.
Hingga mediasi berakhir, warga berharap ada penjelasan terbuka dari pihak terkait agar persoalan tambang tidak semakin memanas dan menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.
Jurnalis: Tim Redaksi.
