Tak Sekedar Janji, Ini Deretan Capaian Bupati Ipong Untuk Ponorogo

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni saat mengujungi mobil pintar

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Tahun ketiga kepemimpinan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni tidak lupa diikuti pula dengan capaian – capaian yang berhasil ditorehkannya. Tidak sekedar janji saat kampanye, namun berhasil diwujudkan.

Ipong menjelaskan bahwa selama masa jabatannya menjadi Bupati Ponorogo sudah banyak janji yang terwujud. Semua itu tidak luput atas bantuan Aparatur Negeri Sipil (ANS) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).“Selama 3 tahun ini saya dibantu dengan kinerja ANS, saya merasa tidak mendapat halangan mewujudkan semua cita-cita yang tertuang dalam RPJMD,” jelasnya.Senin,(18/02/2019).

Ipong mengatakan bahwa progam yang ia janjikan pada masyarakat, bisa terlaksana dengan baik, walau belum semua selesai. Contohnya perbaikan jalan sudah terlaksana walapun belum tuntas karena terkait anggaran dan sebagainya. Lalu angka kemiskinan di Kabupaten Ponorogo turun hingga 1.03 persen.

Namun tidak dipungkiri selama 3 tahun kepimpinannya, ada beberapa janji yang belum terwujud atau tidak sesuai harapan. “salah satu yang tidak sesuai adalah kunjungan tahun wisata sangat kurang. Jauh dari perkiraan saya. Padahal 2019 adalah tahun wisata sesuai dengan program saya,” ungkapnya.

“Setelah saya cek ada beberapa kendala yang agak sulit diperbaiki. Misalnya kendala infrastruktur ke ponorogo masih sulit, promosi kurang dan belum berhasil maksimal,” tuturnya.

Lalu ada keinginan membentuk organisasi pertanian di Ponorogo yang cukup sulit di capai. Namun Ipong berhasil menaikkan pendapatan petani melalui progam yang ia gagas“Itu juga perlu waktu bertahun-tahun. Mohon maaf belum bisa terwujud sampai 3 tahun kepimpinann saya,” kata Ipong.

Ipong juga ingin mewujudukan pasar induk, dimana pedagang Ponorogo tidak perlu keluar mencari dagangan. Pasar induk yang mampu menampung1000 truk, lalu petani dan pedagang bisa ke pasar tanpa harus jadi tengkulak. “Untuk pasar induk dananya sangat besar. Pasar Songgolangit aja 200 miliaran, apalagi pasar induk. Sekali lagi saya minta maaf belum bisa mewujudkan,” tegasnya.

Ia berharap, bisa terus mewujudkan Ponorogo yang lebih maju, berbudaya dan religius. Untuk program yang belum terwujud akan dianggarkan pada tahun 2020 dan mungkin bisa terwujud di tahun 2021.” Ya semoga saja bisa terwujud semua meski di tahun 2021 belum tau Bupati terpilih yang akan melanjutkannya,” pungkasnya.Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.