Connect with us

SKI News

Panas Dingin Pengusaha Kripik Tempe Ngawi ditengah Wabah Corona

Published

on

Pengusaha kripik tempe Sadang Ngawi gagal salurkan hasil produksinya karena banyak pasar tutup dan adanya penerapan PSBB.

Suarakumandang.com,BERITA NGAWI. Puluhan pengusaha kripik tempe dusun Sadang desa Karangtengah Prandon kecamatan Ngawi, Jawa Timur  makin tidak berdaya menghadapi penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar ( PSBB) imbas dari perang melawan penyebaran virus Corona atau covid 19.

Tidak hanya merumahkan para tenaga harianya, stok kripik tempe yang sudah terlanjur dikemas dan siap terkirim, hingga kini masih menumpuk didapur produksi. Dan transaksi penjualan pun terhenti.

Rico, adalah salah satu pengusaha kripik tempe didesa ini yang terpaksa menjalani kondisi tersebut. Ia harus merumahkan tenaga harianya karena distribusi kepasaran terhenti akibat pasar tradisional dan toko jajanan yang menjadi pelangganya di beberapa daerah telah tutup.

“Bukan masalah pelanggan menolak kripik tempe kami, namun penutupan pasar dan toko jajanan yang menjadi pelanggan kami  banyak yang tutup akibat PSBB” kata Rico, saat menunjukan ratusan dus kripik tempe yang gagal didistribusikan dirumah produksinya ( 03/04/2020).

Rico sendiri belum bisa membayangkan apa yang akan terjadi kedepanya jika wabah ini tidak kunjung berlalu, apalagi, stok jajanan miliknya maksimal 3 minggu harus sudah terdistribusi kalau tidak ingin terbuang sia sia karena kadaluarsa.

Lain itu banyaknya tenaga harian yang bergantung dari bisnis kripik tempe seperti milik Rico terancam mata pencaharianya.

“Hal yang menyedihkan bagi kami adalah tidak adanya pemasukan bagi tenaga harian kami karena pendapatan hidupnya tergantung dari bisnis ini,” ungkap Rico yang memiliki belasan pekerja yang mayoritas kaum wanita.

Dibanding dirinya yang masih bisa bertahan hidup dari sisa penjualan selama maksimal 3 bulan, Rico berharap pemerintah cepat menolong para pekerja harian didesanya yang terancam mata pencaharian dan kebutuhan hidupnya.

Jurnalis:  Ahmad Hakimi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.