Connect with us

SKI Kesehatan

Positif COVID-19 Di Magetan sembuh Dua, Pasien Ke 71 Mengaku Senang

Published

on

Saat pasien ke71 asal kecamatan Sukomoro pulang diantar mobi ambulan setelah dinyatakan sembh dari COVID-19

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Senin, (08/06/2020), Kabupaten Magetan, Jawa Timur pasien positif COVID-19 sembuh dua orang. Mereka yang bersangkutan adalah warga Kecamatan Bendo dan kecamatan Sukomoro.

Saif Muchlissun Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magetan, Jawa Timur  mengatakan dua pasien yang terkonfirm positif COVID-19  yang sudah dinyatakan sembuh adalah pasien ke 57  laki-laki (58) warga kecamatan bendo yang terkonfirm pada 16 Mei 2020 lalu, dan pasien ke 71 (33) laki-laki warga kecamatan Sukomoro. yang terkonfirm pada 25 Mei 2020 lalu.

“Tadi sebelum meninggalkan ruang karantina dan masuk mobil ambulan keduanya dilakukan penyemprotan disinfektan, tak terkecuali barang bawaannya,” ujar Saif. Senin, (08/06/2020).

Dia juga mengatakan, yang bersangkutan masing-masing diantar dengan mobil ambulan oleh puskesmas setempat.” Meski keduanya sudah dinyatakan sembuh akan tetapi sesampai dirumah diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,”jelas Saif.

Sementara itu, pasien ke 71 asal Kecamatan Sukomoro mengaku sangat senang jika dirinya sudah dinyatakan sembuh.”Alhamdulilah senang mas, saya bisa pulang setelah dinyatakan sembuh,”kata pasien ke 71 kepada jurnalis suara kumandang.

“Selama diisolasi pelayanan dari petugas medis sangat baik, saya diberi makan dan minuman yang bergizi, selain itu didalam juga disediakan tempat olah raga maupun aktivitas lainnya,”terangnya.

Sesampai dirumah, lanjutnya, akan melakukan pola hidup yang sehat.”Yang jelas menjaga kebersihan dan merubah tata cara hidup yang bersih,”ucapnya.

Pemerintah kabupaten Magetan dalam menyongsong new normal guna memutus penyebaran COVID-19 diharapkan masyarakat melakukan yang sudah menjadi himbuan pemerintah. Diantara memakai masker jika keluar rumah, mencuci tangan sesering mungkin, dan jaga jarak.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.