Connect with us

SKI News

Pengurus KMPK Demangan Madiun Tolak Penyerahan Peralatan

Published

on

Pengurus KMPK Demangan, Madiun, menyampaikan penolakan terhadap penyerahan peralatan dalam agenda koperasi.

Suarakumandang.com, BERITA MADIUN. Pengurus Koperasi Merah Putih Kelurahan (KMPK) Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, tolak penyerahan peralatan pendukung. Peralatan itu seperti truk, pick up, motor roda 3, motor, komputer, AC dan printer.

“Kami pengurus sepakat menolak penyerahan peralatan itu dengan sejumlah pertimbangan. Saat ini gerai dibangun baru mencapai sekitar 70%,” jelas Ketua KMPK Demangan Budi Santosa, Selasa (15/9/2026).

Pertimbangan lain, tambahnya, peralatan pendukung itu tidak ada tempat sementara menyimpan. Kekhawatiran lain, jika peralatan tersebut rusak, lalu untuk truk, pickup, motor roda 3 dan motor memerlukan bahan bakar minyak.

“Bahan bakar minyak itu minimal untuk memanasi, pengeluaran untuk ditanggung siapa. Begitu juga jika ada kerusakan menjadi tanggung jawab siapa ?,” tanyanya lagi.

Ia merasa janggal, sebab pengambilan peralatan pendukung itu hanya disampaikan melalui pesan singkat anggota Babinsa setempat. Tanpa ada surat resmi pengambilan peralatan pendukung, maka itu saat ini kami menolak.

Dalam pertemuan dihadiri dari Dinas Tenaga Kerja, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker KUKM), lalu kelurahan, kecamatan dan lainnya disepakati penundaan.

“Kami tindak lanjuti pertemuan ini untuk disampaikan kepada Agrinas. Setelah fisik gerai selesai dan verifikasi faktual, baru diteruskan penyerahan peralatan itu,” ujar Kepala Bidang Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Disnaker KUKM Angga Wahyu Nur Cahyo.

Dilaporkan, saat ini di Kota Madiun baru dibangun sebanyak 4 unit gerai KMPK yaitu di Kelurahan Demangan, Kelurahan Kuncen (Kecamatan Taman), Kelurahan Nambangan Lor (Kecamatan Manguharjo) dan Kelurahan Kartoharjo (Kecamatan Kartoharjo).

Kondisi fisik KMPK dibangun baru mencapai sekitar 70%, sedangkan 23 kelurahan lain belum dibangun. Salah satunya terkendala masalah lahan dan adanya penolakan masyarakat.**

Jurnalis: Agus Basuki

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *