Penderita DBD Meningkat 300 Persen, Dinkes Magetan Belum Tetapkan Status KLB

Petugas sedang fogging di lahan perkebunan di Lembeyan wetan

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur belum menetapkan status kejadian Luar Biasa (KLB) untuk penyakit Demam Berdarah Denggue (DBD) meski jumlah penderita DBD di Kabupaten Meningkat 300 persen.

Didik Setyo Margono Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengatakan penderita penyakit DBD di Kabupaten Magetan untuk bulan Januari 2018 bila dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun 2019 ada peningkatan penderita DBD yang cukup signifikan.”Kalau tahun 2018 pada bulan januari jumlah penderita DBD ada 18 penderita sedangkan tahun 2019 ini ada 57 penderita dan  satu meninggal,”ujar Didik Setyo Margono.

“JIka melihat dari perbandingan tersebut kasus penderita DBD di Kabupaten Magetan meningkat ada 300 persen,”kata Didik kepada suara kumandang

Dijelaskan pula, kalau melihat kasus seperti ini , setelah dievaluasi  memang terjadi kenaikan kasus ini berdasarkan siklus 3 tahunan. “Jadi setiap 3 tahun memang terjadi peningkatan kasus DBD seperti ini. Dan ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Magetan, bahkan kabupaten dan kota di Jawa Timur meningkat cukup tinggi,”paparnya.

“Dari pihak dinas kesehatan sendiri setelah mengetahui adanya siklus 3 tahunan jauh hari sudah berupaya melakukan kegiatan antisipasi dengan membuat surat edaran Bupati yang ditujukan  kepada kepala desa dan  Camat se-kabupaten Magetan untuk melakukan antisipasi dengan gerakan PSM secara serentak,”ucap Didik.

Dengan kasus meningkatnya penderita DBD di Kabupaten Magetan kemungkinan ini akan terjadi kembali pada tahun 2021 nanti.”3 tahun lagi, tahun 2021 nanti Insya Alloh akan terjadi kenaikan kasus penderita DBD lagi, sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut, jauh hari sebelumnya  kami pihak dinas kesehatan akan mengadakan gerakan massal secara serentak melalui gerakan PSM secara serentak dengan kunci BMST atau Berkualitas Massal Serentak Dan Terjadwal rutin nanti akan dibuat intruksi bupati,”terangnya.

“Dengan gerakan tersebut pemerintah kabupaten Magetan berharap bisa menekan angka penderita DBD di Magetan,”kata Didik.

Kejadian kasus DBD di Kabupaten Magetan tahun 2019 tersebar di 41 desa di kabupaten Magetan, mayoritas penderita DBD tersebar di Magetan sebelah timur, utara dan selatan.

”Kejadian kasus meningkatnya DBD di Magetan belum bisa dikatakan KLB sebab, ukuran penderita DBD di Magetan masih tergolong kecil bila dibandingan dengan kabupaten/kota lain.”Sesuai catatan dari pihak dinkes propinsi Jawa Timur, Magetan menempati urutan ke 18 dari 38 kabupaten/kota se-jawa Timur,”pungkasnya. Cahyo.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.