Lapangan Stadion Yosonegoro Rusak, Seleksi Porprov Terpaksa Pindah Lapangan

Muh Agus Tolib exsekutife comite Asosiasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Magetan bagian pertandingan.

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Lapangan Stadion Yosonegoro milik pemerintah kabupaten Magetan, Jawa Timur  rusak berat usai digunakan acara Konser music dan Festival band. Senin, (29/01/2019).

“Setelah saya cek pagi tadi kerusakan strata  tanah dan rumput di stadion Yosonegoro itu sangat berat, dan kami sebagai pesepak bola sangat kecewa,”ujar Muh Agus Tolib exsekutife comite Asosiasi  Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Magetan bagian pertandingan.

Kerusakan lapangan di stadion Yosonegoro yang dinilai sangat parah terpaksa seleksi pemain sepak bola dalam acara Pekan Olahraga Provinsi  (Porprov) VI Jawa Timur 2019  yang seharusnya dilaksanakan Rabu (30/01/2019) nanti akan diahlikan ke lapangan lain.”Kemungkinan nanti akan melakukan seleksi pemain di lapangan Angkasa milik TNI AU, mungkin juga dilapangan desa Gulun dan bisa juga lapangan di desa Sugihwaras,”kata Agus.

“Kalau kita paksakan  seleksi pemain sepak bola Porprov di lapangan stadion Yosonegoro pemain kita nanti bisa hancur, bisa cidera, karena mengingat tanah sudah tidak rata, apalagi kalau tanah sudah kondisi kering itu akan sangat membahayakan pemain kita, ”sesal Agus.

RUSAK:Kondisi lapangan stadion Yosonegro rusak parah usai digunakan pertunjukan konser dan festifal band

Dia juga mengatakan,  untuk perbaikan tanah lapangan di stadion Yosonegoro butuh waktu yang tidak sedikit.”Waktu yang dibutuhkan minimal satu tahun, itupun jika kondisi tanah dan rumput sudah keadaan siap. Bahkan kalau seperti ini mungkin bisa lebih dari satu tahun,”kesal Agus.

“Dalam persepak bolaan itu punya standarisasi baik tanah maupun rumputnya, otomatis kalau seperti ini Magetan tidak akan diterima menjadi tuan rumah. Apalagi selama ini supporter Magetan, kita menginginkan bisa tanding di Stadion Yosonegoro  tidak dilapangan Angkasa maupun di lapangan Gulun,”jelas Agus lagi.

Lanjut Agus, kerusakan tanah dan rumput dilapangan Stadion Yosonegoro sebenarnya sudah lama dan tidak bisa diperbaiki karena kebijakan pemrintah dalam mengelola lapangan belum maksimal.

Selain acara kemarin, seperti pasca pemilihan kepala daerah tahun 2018 lalu, lapangan kondisinya sudah rusak. “Kita coba perbaiki dengan teman-teman panitia untuk U-21. La kok baru selesai U-21, kemarin malam lapangan kembali rusak karena untuk pertunjukan Festifal band dan konser music. Paginya saya lihat rusaknya lapangan sangat fatal,”terang Agus kepada suara kumandang.

“Lapangan stadion kita sebenarnya sudah cukup lama rusak, kalau melihat kondisi seperti itu bisanya bongkar total. Kalau ingin jadi tuan rumah rumput dan tanah harus diganti semua.Saya jamin tidak akan jadi tuan rumah kalau seandainya rumput dan lapangan itu tidak diganti,”tandasnya. Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.