Connect with us

SKI News

Pastikan SOP Tak Sekadar Pajangan, Plt Camat Takeran Turun Langsung Awasi Layanan MBG

Published

on

Selesai monitoring, Plt Camat Takeran berfoto bersama di depan lokasi kegiatan, menegaskan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) jangan cuma terdengar sedap di telinga, tapi hambar di piring penerima.

Itulah sinyal keras yang muncul saat Plt Camat Takeran, Fisco Yudha Arista, bersama Forkopimca Kecamatan Takeran turun langsung melakukan monitoring ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Jomblang dan Desa Madigondo.

Monitoring ini diklaim sebagai upaya memastikan penyedia layanan MBG benar-benar patuh pada Standar Operasional Prosedur (SOP).

Mulai dari dapur, bahan pangan, proses pengolahan, kebersihan, hingga distribusi makanan. Lengkap di atas kertas. Tapi publik punya hak bertanya: ini pengawasan sungguhan atau sekadar ritual wajib sebelum laporan diketik rapi?

Sebab, program yang menyangkut perut dan kesehatan masyarakat terutama anak-anak dan kelompok rentan bukan proyek kosmetik.

Salah kelola sedikit saja, dampaknya panjang. Bukan hanya soal rasa, tapi risiko kesehatan yang bisa berujung fatal.

Plt Camat Takeran menegaskan, tidak ada toleransi bagi penyedia layanan yang main-main dengan SOP. MBG, kata dia, bukan ajang “yang penting jalan”, apalagi “yang penting cair”. Forkopimca pun diminta benar-benar hadir sebagai pengawas, bukan sekadar pelengkap foto dokumentasi sidak.

“MBG ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi. Kalau SOP dilanggar, dampaknya bukan kecil,” tegas Fisco Yudha Arista di sela monitoring..

Catatan Suarakumandang.com, pengawasan semacam ini tidak boleh berhenti di satu-dua lokasi dan satu-dua kali kunjungan.

Jika hanya rajin saat awal dan lengah di belakang, MBG berpotensi jadi program yang bergizi di spanduk, tapi rawan masalah di lapangan.

Publik tentu berharap, Jomblang dan Madigondo bukan sekadar daftar hadir pengawasan.

Karena pengalaman menunjukkan, program besar tanpa kontrol konsisten sering berakhir aman di laporan, tapi menyisakan tanda tanya di masyarakat.

Jurnalis; Cahyo Nugroho

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *