Connect with us

SKI News

Angkutan Nataru, KAI Daop 7 Madiun Baru “Tilik” Jalur Rawan: Antisipasi atau Sekadar Rutin Tahunan

Published

on

Cek POS perlintasan sebidang sebagai langkah preventif menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas kereta api.

Suarakumandang.com,BERITA MADIUN. Menjelang lonjakan penumpang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali turun ke lapangan.

Vice President KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik rawan, mulai dari perlintasan sebidang hingga daerah berpotensi longsor dan amblesan.

Langkah ini diklaim sebagai upaya memastikan keselamatan perjalanan kereta api selama masa Angkutan Nataru. Namun, publik patut bertanya: apakah pemantauan ini benar-benar langkah antisipatif atau sekadar rutinitas menjelang musim ramai.

Peninjauan dilakukan di sejumlah titik yang sejak lama dikenal rawan, seperti perlintasan sebidang JPL 123 KM 153+6/7 dan JPL 122 KM 1/2 di petak Caruban–Babadan, daerah longsor KM 135+2/6 lintas Bagor–Saradan, serta kawasan rawan amblesan KM 158 hingga KM 160 lintas Babadan–Madiun. Titik-titik ini bukan nama baru dalam peta kerawanan perkeretaapian wilayah Madiun.

Ali Afandi menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah preventif untuk memitigasi potensi gangguan perjalanan kereta api, khususnya saat arus puncak Nataru.

Namun, hingga kini KAI belum membeberkan secara rinci tindakan teknis permanen apa yang telah dilakukan untuk mengatasi kerawanan tahunan tersebut, selain inspeksi dan pengawasan rutin.

Sehari berselang, Senin (22/12), jajaran Daop 7 kembali melakukan Tilik Lintas di jalur Talun–Sumbergempol. Pemeriksaan menyasar emplasemen stasiun, ruang PPKA, fasilitas pelayanan penumpang, hingga perlintasan sebidang.

Kegiatan ini juga dibarengi simulasi Tunjuk Sebut Jalur sebagai penguatan budaya keselamatan kerja.

Dalam arahannya, VP Daop 7 menekankan pentingnya kewaspadaan dan komunikasi bahaya sekecil apa pun.

Ia juga mengingatkan agar pelayanan kepada penumpang tetap ditingkatkan di tengah padatnya arus Nataru. Pernyataan normatif yang nyaris selalu terdengar setiap akhir tahun.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyatakan bahwa rangkaian pemantauan ini merupakan bentuk komitmen KAI menghadirkan layanan yang aman dan andal.

Namun, komitmen tersebut akan diuji bukan dari seberapa sering pejabat turun lapangan, melainkan dari sejauh mana potensi risiko benar-benar ditekan dan kecelakaan dapat dicegah.

Angkutan Nataru selalu menjadi momen krusial bagi perkeretaapian nasional. Keselamatan publik tidak cukup dijaga dengan inspeksi seremonial.

Masyarakat menunggu langkah konkret, perbaikan struktural, dan transparansi hasil pengawasan bukan sekadar slogan “Semakin Melayani”.

Jurnalis: Tim redaksi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *