SKI News
Pasca Kenaikan Pertamax,Mayoritas Beralih Ke Pertalite

PILIH PAKAI PERTALITE: Sejak kenaikan harga Pertamax, lebih memilih memakai Pertalite. Akibat lain antrian di pompa pengisian memanjang, seperti di SPBU Sangen ini, kadang lebih panjang lagi.
Suarakumandang.com ,BERITA MADIUN. Sejak harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax mengalami kenaikan pada 10 Juni 2026 lalu, kini sejumlah konsumen pengendara motor sebagian besar beralih Pertalite.
Pertamax sebelumnya Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter, hanya sebagian kecil masih konsumsi Pertamax.
Lalu, ada konsumen mengoplos Pertalite dengan Pertamax, namun mayoritas beralih ke Pertalite.
Pantauan sejumlah SPBU di Kota dan Kabupaten Madiun hingga Kamis (18/6/2026), antrian ke pengisian Pertalite pada jam tertentu mengular atau panjang tidak seperti sebelumnya.
“Sepertinya konsumen kebanyakan biasa memakai Pertamax, berpindah ke Pertalite. Hal itu, terlihat dari jalur pompa pengisian Pertamax terlihat lenggang,” ujar Haryanto karyawan SPBU di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Madiun.
Senada disampaikan karyawan SPBU di Jalan Mayjend Sungkono, Kota Madiun, SPBU Sangen, Kabupaten Madiun dan SPBU Mancaan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Begitu juga hasil pantauan di pompa pengisian Pertalite.
Sejumlah kecil konsumen setia pemakai Pertamax mengaku berat dengan kenaikan Pertamax Rp Rp 3.950 per liter. Apalagi ditengah-tengah kenaikan hampir seluruh kebutuhan pokok.
“Saya anggap memberatkan, akibatnya, harus mengurangi aktivitas pemakaian motor. Saya enggan beralih ke Pertalite, karena sejak pertama dipakai, motor itu konsumsi Pertamax,” ujar Sri Rahayu warga Kota Madiun.
Lain lagi, Rudianto warga Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun memilih oplos Pertamax dengan Pertalite. “Saya pilih mengoplos Pertamax 1 liter dengan Pertalite 2-3 liter, soal efek ke motor hingga kini belum ada,” ujarnya.*
Jurnalis: Agus Basuki.
