Nggak Mau dibilang Kecamatan “kumuh” Warga Barat Gotong Royong Buat Taman

Sejumlah warga Kelurahan Mangge sedang membuat taman di pinggir jalan guna menekan pelaku pembuang sampah yang membuang sampah sembarangan

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Awalnya kesal dengan ulah pembuang sampah sembarangan . Sudah berkali-kali pemerintah kecamatan Barat dan masyarakat kelurahan Mangge memberi peringatan dengan memasang papan pengumuman “dilarang buang sampah disini” akan  tetapi hasilnya tetap sama, yakni tak ada perubahan pada pola pikir pembuang sampah.

Bahkan hingga sampai saat ini tidak ada yang tahu siapa dan orang mana yang membuang sampah sembarangan tersebut.

Malah terkesan dengan adanya pengumuman  dilarang buang sampah disini, pelaku pembuang sampah semakin terkesan menggoda dan terbukti semakin banyak yang membuang sampah.

Seperti warga Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur saking kesel dan muak dengan tingkah laku pembuang sampah yang tidak kreatif dalam pola hidupnya akhirnya lahan di disepanjang jalan dipinggir kanal tepatnya di sebelah utara SPBU Barat oleh warga di bangun taman wisata yang terbuat dari ban bekas lalu dicat.

“Jauh hari sebelumnya kami dari warga kelurahan Mangge dan  pemerintah kecamatan  Barat sudah berupaya memberi peringatan dengan memberi papan pengumuman’Jangan membuang sampah disini’ tapi itu percuma, karena diketahui meski sudah diberi tanda tersebut masyarakat tetap saja membuang,”ujat Yok Sujarwadi Camat Barat.

warga sedang melakukan pengecatan ban bekas

Masih kata Yok, biasanya pelaku membuang sampah pada  malam hari.”Terkadang pelaku membuang sampah sore hari, terkadang pagi dini hari. mereka naik mobil, sepeda motor terkadang sepeda ontel. Tahu saya selain mengetahui juga mendapat laporan dari warga yang kebetulan mengetahui,”kata Yok.

“Orang mana saya tidak tahu, kalau menurut perkiraan saya paling juga orang dekat sini saja. Tapi bisa orang dekat mungkin juga bisa orang jauh,”terangnya.

Karena merasa tak berhasil dengan upaya peringatan tersebut, hari minggu,(25/11/2018) lalu masyarakat kelurahan Mangge bersama Forkopimca Barat mencoba metode yang sebelumnya pernah dirembung, dan akhirnya dipinggir jalan mulai dibuat taman dari bahan limbah ban bekas serta kayu.

“Kami harapkan dari upaya seperti ini bisa menyadarkan pelaku yang sering membuang sampah dilokasi sini. Semua biaya ini adalah swadaya masyarakat, kami memilih bahan yang tidak berbahaya seperti ban bekas. Untukmenarik perhatian kami cat dan diatat sedemikian rupa biar masyarakat senang dan ikut menjaga lingkungan,”terang Yok.

Sementara itu, pemerintah kabupaten Magetan melalui kecamatan menjadilah orang yang sadar akan lingkungan. “Saya minta lebih kreatif dalam melakoni hidup , jika tidak punya lahan karena sempit akan lebih baik membuat bak sampah dari gorong-gorong, jika sampah  penuh bisa dibakar,”pungkasnya. Cahyo.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.