Connect with us

SKI News

IPAL Ditemukan Tak Layak, SPPG Magetan 2 Ndoyo Tak Ikut Disuspend, Ini Alasannya

Published

on

Kantor SPPG Magetan 2 Ndoyo . Selosari.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Di tengah ramainya polemik suspend 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magetan, muncul fakta menarik dari SPPG Magetan 2 yang berada di Desa Ndoyo.

Meski Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi tersebut ditemukan belum layak, dapur MBG itu tidak ikut masuk daftar suspend.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan, Saif Muchlason, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi dan menemukan sejumlah catatan terkait sistem pengolahan limbah yang perlu segera diperbaiki.Senin, (1/6/2026).

Namun demikian, DLHP masih memberikan kesempatan kepada pengelola SPPG Magetan 2 Ndoyo untuk melakukan pembenahan sebelum langkah lebih lanjut diambil.

“Kami sudah melakukan pengecekan di lapangan. Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki terkait IPAL dan kami memberikan kesempatan kepada pengelola untuk segera melakukan perbaikan,” ujar Saif.

Menurutnya, tujuan pengawasan bukan semata mencari kesalahan, melainkan memastikan seluruh dapur MBG beroperasi sesuai standar lingkungan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

DLHP juga terus melakukan pemantauan terhadap seluruh SPPG yang beroperasi di Kabupaten Magetan.

Pengelolaan limbah menjadi salah satu perhatian utama karena berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Sebelumnya, tim DLHP turun langsung melakukan pemeriksaan ke SPPG Magetan 2 Ndoyo menyusul adanya laporan dan evaluasi terkait kondisi IPAL.

Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan sejumlah aspek yang dinilai belum memenuhi kelayakan optimal.

Meski begitu, berbeda dengan beberapa SPPG lain yang terkena suspend, pengelola SPPG Magetan 2 masih diberi ruang untuk segera melakukan perbaikan.

Kini perhatian tertuju pada langkah perbaikan yang akan dilakukan pengelola.

Sebab, keberadaan IPAL yang berfungsi baik menjadi salah satu syarat penting agar operasional dapur MBG dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari.

Publik pun menanti, apakah kesempatan yang diberikan DLHP akan dimanfaatkan untuk berbenah, atau justru memunculkan evaluasi lanjutan yang lebih tegas.

Jurnalis: Tim Redaksi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *