Connect with us

SKI News

Ngawi Kirim Materi Test SWAB 11 Santri Temboro

Published

on

Bupati Ngawi memberikan keterangan terkait warganya yang terpapar virus di pondok temboro.

Suarakumandang.com,BERITA NGAWI. Sebanyak 11 paket materi test Swab berisi lendir hidung dan tenggorokan dari 11 santri temboro warga Ngawi dikirim oleh Pemerintah kabupaten (Pemkab) Ngawi, Jawa Timur  ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit ( BBTKLP2) Surabaya.

Ke-11 orang tersebut merupakan diantara dari 192 santri Temboro yang pulang ke Ngawi yang dirapid test oleh Dinas Kesehatan Ngawi dan  menunjukan hasil reaktif.

“Yang mengkuatirkan, kesebelas santri tersebut tidak menunjukan gejala sakit, semua dalam kondisi sehat, jadi tidak menutup kemungkinan termasuk kategori OTG, ” kata Bupati Ngawi Budi ‘Kanang’ Sulistyono, saat memberikan keterangan pers Jumat siang ( 24/04/2020).

Atas kondisinya, kesebelas orang yang disebutkan memilki hubungan keluarga tersebut harus diisolasi secara mandiri dirumahnya selama 14 hari, dan memisahkan anggota yang sehat untuk tinggal dirumah atau tempat yang berbeda.

“Maka harus diisolasi secara mandiri dan dipantau ketat selama 14 hari, namun jika terdapat gejala gangguan pernafasan,  batuk dan demam baru akan diisolasi di rumah sakit dan selanjutnya akan dilakukan rapid test kembali sampai menghasilkan data yang pasti” terang Kanang.

Sementara mengingat warga Ngawi yang masih berada di Temboro Magetan masih banyak dan belum terdata secara pasti, pihak Pemkab Ngawi berkoordinasi dengan Pemkab Magetan untuk melakukan rapid test di lokasi pondok kepada warga Ngawi, hasilnya hanya santri dengan hasil negatif saja, yang bisa pulang ke Ngawi, sedangkan yang positif  terisolasi di Temboro.

Namun begitu, untuk mengantisipasi segala sesuatunya terkait kondisi penyebaran wabah ini, Pemkab Ngawi telah menyiapkan  Agro Techno Park ( ATP) di Ngrambe sebagai tempat isolasi. Tempat tersebut mampu menampung 100-an lebih warga yang harus diisolasi.

“Semuanya sudah kita siapkan, baik keamanan, tim medis dan perlengkapanya, hibgga penyebaran wabah corona bisa dicegah,” tutup Kanang.

Sementara itu, hingga per Jumat 24 april 2020, dinas kesehatan Ngawi merilis sebanyak 267 ODP dan 18 PDP serta tidak ditemukan adanya warga yang positif corona.

Jurnalis:  Ahmad Hakimi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.