Connect with us

SKI News

MEC Bikin Siswa Banyudono Makin Semangat, SIBIMA Bawa Pembelajaran Masuk Era Digital

Published

on

Usai rangkaian kegiatan MEC dan peluncuran SIBIMA, mahasiswa KKNT UNESA 2026 Desa Banyudono bersama guru dan siswa SDN Banyudono 1 serta SDN Banyudono 2 berfoto bersama. Momen ini menjadi penutup kegiatan sekaligus simbol semangat bersama mendorong pembelajaran kreatif dan digital di sekolah.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Mahasiswa KKNT UNESA 2026 Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, mendorong semangat belajar siswa sekolah dasar melalui Math and English Competition (MEC) serta peluncuran Sistem Informasi Bahan dan Media Ajar (SIBIMA).

Dua program bidang pendidikan tersebut digelar pada 17–18 September 2026 di SDN Banyudono 1 dan SDN Banyudono 2. MEC dikemas dalam bentuk kompetisi Matematika dan Bahasa Inggris, sedangkan SIBIMA menghadirkan kumpulan bahan serta media pembelajaran berbasis digital.

MEC diikuti siswa kelas 4 hingga 6 dari kedua sekolah. Kompetisi berlangsung dengan format cepat tanggap dan sistem gugur. Seluruh peserta menjawab soal secara bersamaan. Peserta keliru menjawab langsung gugur hingga tersisa pemenang.

Mahasiswa KKNT UNESA memberikan trofi kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi sekaligus pemantik semangat belajar siswa.

Selain kompetisi, mahasiswa KKNT UNESA menyerahkan SIBIMA kepada pihak sekolah. Sistem ini berbentuk Linktree berisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), kuis interaktif, serta media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR).

SIBIMA dirancang agar dapat digunakan guru dan siswa secara fleksibel, baik melalui bahan cetak maupun media digital. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKNT UNESA bagi penguatan pembelajaran berbasis teknologi di Desa Banyudono.

Sosialisasi SIBIMA melibatkan guru serta siswa. Mahasiswa memberikan tutorial pemanfaatan LKPD dan melakukan praktik penggunaan media Augmented Reality agar dapat langsung diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.

Ketua KKNT UNESA 2026 Desa Banyudono, Zidni, mengatakan MEC dan SIBIMA dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan siswa maupun guru secara berkelanjutan.

“Melalui MEC, kami ingin meningkatkan semangat belajar siswa melalui kompetisi menyenangkan. Sementara itu, SIBIMA menjadi peninggalan KKNT kami, diharapkan dapat membantu guru menyediakan bahan dan media pembelajaran serta mendukung digitalisasi pendidikan di sekolah secara berkelanjutan,” ujar Zidni.

Guru kelas, Listiani, mengapresiasi kehadiran SIBIMA. Menurutnya, sistem tersebut membantu guru menyediakan bahan pembelajaran sekaligus mengikuti perkembangan teknologi.

“SIBIMA sangat bagus dan bermanfaat bagi anak-anak maupun guru. Di era digital sekarang, guru dituntut bisa mengikuti perkembangan zaman. Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman KKN. Selama program itu baik dan bermanfaat, saya akan menerima serta mempelajarinya karena bisa membantu ke depannya,” katanya.

Sementara itu, Dita, siswi peserta MEC, mengaku kompetisi tersebut membuatnya semakin termotivasi belajar Matematika dan Bahasa Inggris.

“Karena adanya lomba MEC, saya termotivasi untuk belajar Matematika dan Bahasa Inggris,” ungkap Dita.

Melalui MEC dan SIBIMA, mahasiswa KKNT UNESA 2026 berharap semangat belajar siswa SDN Banyudono 1 dan SDN Banyudono 2 terus berkembang. Program tersebut juga diharapkan menjadi bekal pembelajaran berkelanjutan bagi sekolah serta masyarakat Desa Banyudono.*..

Jurnalis: Tim Redaksi.