Connect with us

SKI News

Lima Hari Dirawat, Korban Ledakan Petasan di Ponorogo Meninggal Dunia

Published

on

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Setelah menjalani perawatan intensif selama lima hari, korban ledakan petasan di Ponorogo akhirnya meninggal dunia.

Korban bernama Ahmad Fatoani (20), warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo, mengembuskan napas terakhir di , Kamis (5/3/2026) pagi.

Sebelumnya, korban sempat dirawat di ruang ICU akibat luka bakar serius dideritanya setelah ledakan petasan di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo, pada Minggu(1/3/2026).

Meski tim medis telah berupaya maksimal memberikan penanganan, nyawa pemuda berusia 20 tahun tersebut tidak dapat diselamatkan.

Humas , Sugianto, menjelaskan korban mengalami luka bakar cukup berat serta gangguan pernapasan akibat dampak ledakan.

“Pasien dirawat di ruang ICU karena membutuhkan perawatan intensif. Selama empat hari menggunakan alat bantu pernapasan. Luka akibat ledakan mengenai bagian leher sehingga pembuluh darah dan saluran napas mengalami gangguan,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan medis, Ahmad Fatoani mengalami luka bakar sekitar 36 persen pada tubuhnya.

Luka paling parah terdapat pada bagian wajah dan leher.

Tekanan keras dari ledakan juga menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah serta saluran pernapasan korban.

Sementara itu, Kepala Desa Morosari, Samsi, mengatakan korban diketahui beberapa kali membuat petasan.

Namun biasanya tidak meraciknya di lingkungan tempat tinggalnya.

“Informasi yang kami terima, korban memang pernah membuat petasan, tapi biasanya tidak di desa. Kebanyakan bersama teman-temannya di luar desa,” ujar Samsi.

Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan petasan terjadi di rumah milik Minten yang berada di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo.

Petasan tersebut diduga diracik oleh RK (16), pemilik rumah, bersama Ahmad Fatoani.

Akibat kejadian itu, Rifa Kurnia Putra tewas di lokasi dengan kondisi luka parah.

Sementara Ahmad Fatoani sempat dilarikan ke rumah sakit dan dirawat intensif sebelum akhirnya meninggal dunia.

Kasus ledakan petasan ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak meracik atau memainkan bahan peledak secara sembarangan, karena berpotensi menimbulkan korban jiwa.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *