Connect with us

SKI News

Lebaran H+2 Meledak! Penumpang KAI Daop 7 Madiun Tembus 31 Ribu Stasiun Auto Full, Kursi Makin Langka

Published

on

Stasiun Madiun, H+2 Lebaran 2026 — arus balik mulai menggila, penumpang tumpah ruah memenuhi ruang tunggu hingga peron. Koper berderet, antrean mengular, dan wajah-wajah lelah bercampur harap jadi satu. Momen ini jadi bukti: mudik belum benar-benar usai, justru fase balik yang paling menguras tenaga.

Suarakumandang.com. BERITA MADIUN. Momentum Lebaran 2026 benar-benar jadi “ujian sabar + stamina” para pemudik. Di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun, lonjakan penumpang di H+2 Idul Fitri 1447 H bukan sekadar naik—tapi pecah rekor.

Total ada 31.055 penumpang yang naik dan turun di stasiun wilayah Daop 7.

Angka ini naik sekitar 116 persen dibandingkan Lebaran H+2 tahun 2025 yang hanya 26.838 penumpang. Singkatnya: stasiun rame, kereta padat, kursi? rebutan.

Manajer Humas Daop 7 Madiun, menyebut lonjakan paling brutal terjadi di arus keberangkatan.

Di H+2 saja, penumpang berangkat tembus 16.307 orang—tertinggi sepanjang masa angkutan Lebaran tahun ini yang dimulai sejak 11 Maret 2026.

Sementara itu, penumpang yang datang juga nggak kalah ramai, mencapai 14.748 orang. Dan di H+3 atau Senin (23/3/2026), angka masih terus bergerak: 14.950 orang berangkat dan 11.723 orang datang. Grafiknya? Belum turun, masih “nanjak tipis-tipis”.

Yang bikin makin deg-degan, stok kursi mulai menipis. Hingga 1 April, sisa tiket keberangkatan dari Daop 7 tinggal 815 tempat duduk. Tipis banget untuk ukuran arus balik Lebaran.

“Masih ada opsi dari kereta yang melintas, jadi masyarakat nggak perlu panik,” ujar Tohari.

Kalau ditarik ke belakang, puncak kedatangan terjadi di H-3 Lebaran (18 Maret 2026) dengan 15.131 penumpang. Sedangkan puncak keberangkatan fix di H+2 dengan 16.307 penumpang.

Secara total, sejak masa angkutan Lebaran dibuka 11 Maret sampai 23 Maret 2026, Daop 7 sudah melayani:

109.129 penumpang berangkat

161.703 penumpang datang


Alias: mobilitas warga lagi tinggi-tingginya, bukan kaleng-kaleng.

KAI juga ngasih warning halus tapi penting: jangan datang mepet. Datang lebih awal ke stasiun biar nggak panik sendiri. Selain itu, yang belum pegang tiket balik, mending gercep—karena situasi sekarang, telat dikit bisa zonk.

Buat yang kepepet, bisa pakai fitur connecting train alias kereta sambungan di aplikasi . Lumayan jadi jalan keluar saat tiket direct udah ludes.

Intinya: Lebaran tahun ini, kereta bukan cuma alat transportasi tapi juga arena strategi. Siapa cepat, dia dapat. Siapa santai? siap-siap berdiri di kenyataan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *