SKI News
MPLS, Ribuan Siswa Magetan Digembleng BPBD, Biar Nggak Panik Saat Bencana Datang

Bekal yang tak kalah penting dari pelajaran di kelas. BPBD Kabupaten Magetan memberikan edukasi mitigasi bencana kepada peserta MPLS agar para siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan menyelamatkan diri saat menghadapi situasi darurat.
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kabupaten Magetan tahun ini nggak cuma soal kenalan guru, kakak kelas, atau lingkungan sekolah.
Sebanyak 2.716 siswa baru justru diajak belajar satu pelajaran yang jauh lebih penting: cara menyelamatkan diri saat bencana datang.
BPBD Kabupaten Magetan turun langsung ke 13 sekolah mulai jenjang SD, MI, SMP, SMA hingga SMK untuk membekali para pelajar dengan edukasi mitigasi bencana sebagai bekal menghadapi situasi darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Radityo, mengatakan budaya sadar bencana harus dibangun sejak usia sekolah, bukan ketika musibah sudah terjadi.
“Kesiapsiagaan bencana bukan sesuatu yang instan. Ini budaya keselamatan yang harus ditanamkan sejak dini. Melalui MPLS, kami ingin anak-anak memiliki insting menyelamatkan diri,”ujar Eka kepada jurnalis suarakumandang.com
Lebih lanjut, sekolah bukan hanya tempat mencari nilai, tetapi juga harus menjadi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Dijelaskan, materi yang diberikan tidak berhenti di ruang kelas.
Para siswa langsung diajak praktik menghadapi berbagai situasi darurat, mulai dari mitigasi gempa bumi, penanganan kebakaran, hingga cara menghadapi ular berbisa yang kerap ditemukan di lingkungan sekolah maupun permukiman.
Suasana semakin seru saat sirene peringatan dibunyikan.
Ribuan siswa berlatih berlindung, mengikuti jalur evakuasi, hingga berkumpul di titik aman sesuai prosedur.
Simulasi ini dibuat agar para pelajar terbiasa bertindak cepat tanpa panik ketika bencana benar-benar terjadi.
Menurut Eka, latihan langsung jauh lebih efektif dibanding hanya mendengarkan teori.
“Saat panik, orang sering lupa teori. Tapi kalau tubuh sudah terbiasa lewat simulasi, muscle memory akan membantu mereka mengambil tindakan yang benar,” jelasnya.
Program edukasi ini digelar di SDN Bangsri 2, SMPN 3 Plaosan, SMPN 2 Ngariboyo, SMPN 1 Kartoharjo, SMPN 1 Kawedanan, SMKN Kartoharjo, SMKN 2 Magetan, SMK Panca Bhakti Magetan, SMKN Poncol, MI Nahdlatul Ulama Barat, SMAN 1 Magetan, SMAN 2 Magetan, dan SMAN 3 Magetan.
BPBD Magetan memastikan edukasi kebencanaan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Targetnya sederhana, tetapi penting: melahirkan generasi yang tidak hanya pintar di kelas, tetapi juga sigap menyelamatkan diri ketika bencana datang.*…
Jurnalis: Tim Redaksi.
