Connect with us

SKI News

KPK Sita Asset Tak Bergerak Milik BI

Published

on

DIPASANG: Tim Penyidik KPK menyita sejumlah asset tidak bergerak milik Walikota Madiun Bambang Irianto. Salah satunya, kebun dan kolam ikan di Jalan Tanjung Raya masuk Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman.

DIPASANG: Tim Penyidik KPK menyita sejumlah asset tidak bergerak milik Walikota Madiun Bambang Irianto. Salah satunya, kebun dan kolam ikan di Jalan Tanjung Raya masuk Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman.

Madiun.Suarakumandang.com-Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)menyita dan menyegel kebun bibit buah dan perikanan milik tersangka Wali Kota Madiun Bambang Irianto (BI) dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) Rabu (22/02/2017) pagi hingga sore lalu. Tim dibagi dalam 2 bagian, menyisir hingga memasang papan penyitaan dari KPK, sejumlah lokasi warga sekitar bertanya pada awak media.

         Penyitaan meliputi bangunan, tanah, ruko dan kantor DPC Partai Demokrat (PD) Kota Madiun.  “Saya belum menerima informasi dari penyidik lagi di Kota Madiun, saya nanti konfirmasi,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah singkat. Pantauan kebun di Jalan Tanjung Raya, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Petugas memasang dua plang besi bertuliskan  “Berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Nomor: Sprin.Sita.12/01/02/2017 Tanggal 1 Pebruari 2017, Tanah Dan Bangunan Ini TELAH DISITA Dalam Perkara Tindak Pidana Pencurian Uang Dengan Tersangka H. Bambang Irianto, SH. MM”.

Sdangkan dibagian bawah tertulis “Perhatian: Dilarang Untuk Memperjualbelikan, Menduduki, Menggunakan Atau Menguasai Atau Melakukan Tindakan Hukum Lain Tanpa Seijin Komisi Pemberantasan Korupsi Atau Putudan Pengadilan”.

Kebun buah seluas 3.262 meter persegi itu berada di pinggir jalan raya depan SD Manisrejo I Kota Madiun. Kebun tersebut ditanami pepaya California, kebun itu terdapat kolam ikan dan ada penjaganya.

Penyitaan lain bangunan dan tanah kosong seluas 2.100 meter persegi di Jalan Soekarno-Hatta masuk Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Informasi diperoleh pembelian dilakukan BI medio pertengahan 2015 mencapai Rp 6 milyar. “Rumah dan bangunan ini dulu bukan milik Pak Bambang, kemudian dibeli dan saya tetap disuruh menjaga,” ujar Ratno.

Dilaporkan, selama petugas melakukan survei, warga sekitar dan lewat bangunan itu banyak bertanya. “Ada apa, mas. Kok banyak wartawan dan polisi,” ujar sejumlah warga. Begitu dijelaskan ada petugas KPK, berikutnya petugas memasang papan penyitaan warga makin paham.

Disusul, penyitaan Kantor DPC Partai Demokrat di Jalan A Yani, disaksikan penjaga. Rumah dan bangunan diatasnamakan Bony Laksmana anak sulung BI. Petugas terus melanjutkan penyegelan rumah Jalan Sikatan sebagai pangkalan elpiji. Terakhir, disita ruko di Kompleks SIM City.Basuki/Cahyo.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.