Connect with us

SKI News

Kecamatan Barat Akan dibangun Flyover dan Jalan Kabupaten Baru

Published

on

Ilustrasi jembatan layang

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Seiring semakin pesatnya  perkembangan di wilayah Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur mau tidak mau pihak Pemerintah Daerah segera turun tangan untuk melakukan pembenahan sarana pendukung transportasi .

Pasar Barat atau biasa orang menyebutnya Pasar Candi yang terletak di Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat dari tahun ke tahun mengalami peningkatan arus kendaraan yang sangat signifikan.

“Di hari biasa saja sering terjadi kemacetan, belum kalau hari libur atau pas libur hari besar macetnya luar biasa,”ujar Yok Sujarwadi Camat Barat kepada jurnalis suara kumandang,Rabu,(28/08/2019).

Dia mengatakan, 3 lokasi yang sering terjadi kemacetan yakni,  pertama Pertigaan Tugu (tugu Jam), lokasi kedua yakni di palang pintu perlintasan kereta api dan lokasi ketiga di traffic lights atau jembatan kembar.

“Dari tiga titik lokasi itulah yang sering mengakibatkan  kemacetan, belum lagi nanti akan banyak kereta api yang berhenti di Stasiun Magetan dan dioperasikannya jalur ganda, tidak menutup kemungkinan akan banyak kereta api yang melintas sehingga secara otomatis akan sering ditutupnya palang pintu perlintasan kereta api untuk lewatnya kereta api,”terang Yok.

Bersama Daop 7 Madiun, Yok Sujarwadi Camat Barat saat memberi sambutan dalam acara sosialisasi perlintasan liar dibalai kelurahan Tebon ,Rabu,(28/08/2019)

Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah Yok Camat Barat telah mengusulkan sebuah jembatan layang (flyover) yang melintas di atas rel kereta api.

“Kami kemarin sudah koordinasi dengan bagian perencanaan Dinas PU Kabupaten Magetan untuk merencanakan pembangunan flyover atau jembatan layang, mulai dari traffic lights atau jembatan kembar sampai ke utara Pasar Barat atau sebelahnya selatan Kantor Camat Barat,” ungkap Yok.

Semangat Yok dalam pengusulan pembangunan flyover atau jembatan layang karena telah mendapat kabar bahwa permintaan Bupati Magetan untuk mengusulkan Exit Tol di Magetan mendapat “lampu hijau” dari PU pusat.

Sementara terkait perlintasan liar atau perlintasan sebidang yang terletak di Kelurahan Tebon pihak Pemerintah Camat akan memberi empat petugas penjaga perlintasan. ”Pemberian 4 penjaga di perlintasan liar karena akan segera dioperasikan jalur ganda, yang tentunya akan banyak kereta api yang melintas,” paparnya.

“Dari keempat penjaga sudah kami kirim ke Surabaya untuk mendapat pembinaan dan pelatihan, yang akan bertugas secara bergantian di perlintasan liar di Kelurahan Tebon,”terangnya.

Bersama Daop 7 Madiun, Bayu Plh Kelurahan Tebon saat memberi sambutan dalam acara sosialisasi perlintasan liar dibalai kelurahan Tebon ,Rabu,(28/08/2019)

Senada yang dikatakan, Bayu Prasetyo Plh Kepala Kelurahan Tebon, Kecamatan Barat mengaku sangat mendukung dengan usulan Camat, sebab, dalam dua  tahun terakhir ini wilayah Kecamatan Barat arus lalu lintas sangat padat sehingga perlu adanya pembenahan sarana pendukung transportasi yang memadai.

“Kami juga mengusulkan jalan baru di sebelah timur Kelurahan Tebon yang melintas rel kereta api tembus jalan kanal atau sebelah timur Desa Bogorejo,” kata Bayu, kepada jurnalis suara kumandang,Rabu,(28/08/2019).

Lanjut Bayu, sebab, jika membangun palang pintu pada perlintasan sebidang yang saat ini sudah ada oleh pihak Daop 7 Madiun tidak diperbolehkan karena sesuai peraturan yang berlaku jarak perlintasan utama di sebelah barat Stasiun Magetan hanya berjarak 600 meter . ”Kata Daop 7 saat rapat di Balai Kelurahan Tebon tadi, kalau ingin memasang palang pintu kereta api minimal jarak antara perlintasan satu dengan lainnya 800 meter,” tambah Bayu.

Akhirnya kami putuskan mengajak dari pihak Desa Bogorejo dan Kelurahan Tebon musyawarah untuk membuat jalan kabupaten sebelah timur Kelurahan Tebon.

“Di situ sudah tanah milik pemerintah, tanah bengkok dan sebagian tanah milik warga, kurang lebih panjang jalan nanti ada 1, setengah kilometer,” katanya.

Dijelaskan, jadi nanti jalan kabupaten baru yang rencananya akan dibuat di sebelah timur Kelurahan Tebon melintas rel kereta api jaraknya sudah lebih dari 800 meter,  sehingga nanti bisa dipasang palang pintu kereta api .

Tujuan lain dari usulan pembuatan jalan kabupaten merupakan upaya kami untuk memperlancar arus lalu lintas di jalur wilayah Kecamatan Barat.”Jadi nanti kendaraan dari arah Desa Manjung, Panggung, dan sekitarnya jika ingin ke Maospati, Magetan kota  maupun ke Madiun tidak semuanya melalui jalur lama atau yang saat ini sudah ada,” terang Bayu.

Sementara perlintasan sebidang atau perlintasan liar yang terletak di kelurahan Tebon akan ditutup total sebab tidak sesuai Undang-undang No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dalam Pasal 91 sampai dengan  94 mengatur semua terkait perlintasan sebidang jalur KA, mulai dari perizinan, pengerjaan sampai larangannya.

“Kami tentunya sangat berharap dengan usulan ini bisa direalisasikan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Magetan, mengingat jalur di wilayah Kecamatan Barat mulai sangat padat,” pungkasnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.