Jika Terbukti Sesat, Bupati Ponorogo akan Menarik Kembali Warganya

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Setelah heboh banyaknya warga penorogo yang eksodus atau pindah secara masal dari Ponorogo, Jawa Timur ke Malang karena isu adanya kiamat, Bupati Ponorogo langsung membentuk tim investigasi untuk mengusut kejadian eksodus di Ponorogo. Kamis (14/03/2019).

Ipong Muchlissoni Bupati Ponorogo mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim investigasi untuk mengumpulkan ratusan penganut aliran Jamaah Thoriqoh Akmaliyah Ash-Sholohiyah.” Selain mengumpulkan penganut aliran tersebut, kami juga akan menarik 52 warga yang sudah berada di Pondok Pesantren Malang, jika MUI menyatakan aliran tersebut sesat,” jelasnya.

Bupati bersama sejumlah forum pimpinan daerah yang terdiri dari MUI (Majelis Ulama Indonesia), Kapolres dan Dandim Ponorogo langsung menindak lanjuti hal ini dengan membuat tim investigasi.” Tim gabungan yang terdiri dari MUI, Polisi, TNI dan Kejaksaan Negeri Ponorogo. Kamis siang tim langsung mendatangi rumah pimpinan Jamaah Thoriqoh,”ungkapnya

Saat tim investigasi mendatangi rumah pimpinan Jamaah Thoriqoh Akmaliyah Ash-Sholihiyah. Yakni Katimun (47) warga Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, tim investigasi tidak menemukan kejanggalan dalam buku ajaran maupun benda yang ada di rumah Pimpinan Aliran Jamaah Thoriqoh.

Anshor M Rusidi selaku ketua MUI Ponorogo menjelaskan bahwa Data yang ada sebenarnya tidak menyimpang, buku- buku yang digunakan juga baik. ” Kalau dilihat-lihat semuanya normal seperti biasa, tempat ibadahnya pun juga biasa. Buku yang digunakan juga normal, cuman kami tidak bisa masuk ke dalam rumahnya. Ya mungkin cuman tempat pertemuan untuk setiap malam tertentu,”tuturnya.

Sementara itu, jika aliran Jamaah Thoriqoh Akmaliyah Ash-Sholihiyah nantinya dinyatakan aliran sesat, Bupati akan langsung menarik 52 warganya yang sudah terlanjur hijrah kesebuah pondok Pesantren di Malang.

“Namun, untuk menyatakan aliran tersebut sesat atau tidak, kami tergantung pada MUI dan Pemprof Jawa Timur. Jika dinyatakan sesat kami akan menarik kembali 52 warga yang telah pindah ke Malang,”katanya.

Mereka yang hijrah ke Malang rela menjual seluruh aset berupa rumah dan tanah dengan harga murah, yakni sekitar 10 juta hingga 30 juta rupiah. Sementara ini di Ponorogo tercatat ada lebih 200 orang yang mengikuti aliran Jamaah Thoriqoh Akmaliyah Ash-Sholihiyah.Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.