Jembatan Antar Kabupaten di Ngunut Ambrol

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN- Jembatan penghubung Kabupaten Magetan dengan Kabupaten Ponorogo terancam amblas. Separoh lebih ruas jalan dekat jembatan sudah amblas terbawa arus banjir.Saat ini hanya kendaraan roda saja yang bisa melewati jembatan tersebut.Senin, (05/12/2016).

Menurut warga setempat, jembatan sepanjang 25 meter yang berlokasi di desa Ngunut, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur amblas akibat banjir sejak tiga hari terakhir ini.

Hariyadi warga setempat, mengatakan, jembatan tersebut amblas karena terkena air banjir yang sangat deras.”Saat itu, waktu hujan cukup deras air sungai sempai meluap ke jalan raya,”kata Hariyadi.

“Hilangnya ruas jalan tersebut diakibatkan pondasi jembatan terguras air sungai hingga menganga lebih dari 4 meter,”jelasnya.

Melihat kondisi musibah longsor sebagian jalan yang mengancam jembatan desa Ngunut membuat Dinas Pekerja Umum (DPU) langsung turun tangan untuk merlakukan perbaikan.

Muhtar Wahid Kepala Bidang Bina Marga jalan dan jembatan DPU Kabupaten Magetan mengatakan, penyebab  jembatan amblas, karena penahan disebelah sisi utara  jembatan jebol, sehingga urugan di dalamnya terbawa arus banjir, dan membuat jembatan nyaris terputus dengan ruas jalan.”Penahan jebol berada di sisi utara jembatan atau dari arah gorang gareng menunju Kawedanan,”ungkapnya.

“Kebetulan di PU sudah menyiapkan untuk penanganan darurat seperti persiapan brojong. Sebelumnya  pihak PU memang sengaja di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) mengalokasikan  bahan-bahan untuk mengantisipasi bencana alam, seperti brojong dan lain sebagainya. PU sendiri stoknya ada 400 brojong. Untuk menangani jembatan ini,  kemungkinan butuh kurang lebih 100 brojong,”paparnya.

Masih kata Muhtar, saat ini masih ditangani, setelah itu nanti pihak PU mengurug hingga ke atas.”Kami upayakan sampai hari kamis Minggu ini sudah selesai dan bisa dilalui kendaraan roda 2 maupun roda 4,”ucapnya.

Dari hasil evaluasi  Muhtar Wahid menjelaskan, bahwa struktur jembatan di Desa Ngunut tidak ada masalah, lanjutnya, yang menjadi masalah yakni urugan tanah yang terletak di utara jembatan ” Hanya urugan tanah, karena penahannya jembol, akhirnya urugan tersebut diterjang banjir,” pangkasnya.Ratno.

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.