Connect with us

SKI News

Ingin Bahagiakan Anaknya Masuk AKPOL, Warga Jenangan Malah Ketipu Ratusan Juta

Published

on

Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto Berikan Keterangan mengenai Kasus penipuan Penerimaan AKPOL, Dalam Press Release, Di Mako Polres Ponorogo, Rabu (27/11/2019), Foto Yoga Kariem

Suarakumandang.com,BERITA PONOROGO, Polres Ponorogo berhasil menangkap sepasang suami istri (Pasutri) pelaku penipuan rekrutmen Akademi Kepolisian (AKPOL) yang menyebabkan korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Kedua pelaku berinisial EA (39) dan SG (45) masing-masing warga Desa Kedung, Sekar, Kecamatan Banjeng, Gresik, Jawa Timur  dan Warga Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur. Dan saat ini pasutri tersebut  diamankan di Mako Polres, Ponorogo, Rabu (27/11/2019).

Korban berinisal H (48) warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur dirugikan uang senilai RP 985.394.000

Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto mengatakan pihaknya sedang menangani  kasus adanya penipuan kepada seseorang yang mengaku untuk meluluskan anaknya untuk lulus AKPOL tanpa mengikuti test.

“Jadi tersangka ini melakukan penipuan terhadap korban hingga menyerahkan uang senilai kurang lebih Rp 900 juta . Uang sebanyak tersebut bermaksud  untuk meloloskan putra kandungnya  biar bisa masuk AKPOL,” kata Arief kepada jurnalis suara kumandang.

Lanjut  Arif, atas kejadian tersebut pihaknya juga akan melakukan antisipasi jangan sampai ada korban lagi.

“Dan kami menghimbau kalau ada orang yang menawarkan jasa ada orang yang bisa meloloskan anaknya jadi polisi baik itu bintara AKPOl dengan menyerahkan sejumlah uang , tolong segera laporkan ke kami,” tutur Arief.

Arif juga berpesan kepada masyarakat bahwa POLRI tidak pernah memberikan dispensialisasi ataupun hal khusus kepada seseorang untuk dapat meloloskan atau masuk Polisi tanpa test.

“Semua tahapan untuk masuk Polisi sudah ada dan ini harus dilewati oleh calon peserta seluruh calon siswa, Taruna. Kita menganut prinsip BETAH ( Bersih, Transparan, Akuntabel, Humanis) ini semua disampaikan oleh Mabes Polri hingga ke Polres-Polres,” terang Arief.

Arif juga menegaskan kepada  masyarakat agar jangan mempercayai calo maupun orang yang mengaku untuk meloloskan anaknya.

“Jadi modusnya adalah tersangka mengaku memiliki jalur untuk meloloskan anaknya masuk AKPOL, pelaku melakukan pedekatan hingga pada akhirnya korban percaya sampai  mengeluarkan uang dengan cara ditransfer maupun dalam bentuk cash, totalnya semuanya  Rp 980 juta ini,” ungkapnya.

Dari pengakuan pelaku, hasil  dari penipuan tersebut digunakan tersangka untuk membeli ruko barang-barang seperti televisi, hp,  laptop, dan lain-lain sudah di manfaatkan oleh tersangka.”Saat ini Yang berhasil kita amankan kurang lebih 200 juta,” kata Arief lagi.

Atas kejadian tersebut pihak Polres Ponorogo terus dalami dan kembangkan kasus dugaan penipuan tersebut. Karena tersangka tidak menetap disatu tempat.

“Jadi korbanya kita temukan 1 , jadi kalau memang ada yang merasa pernah seperti ini, tolong segera laporkan kepada Kami,” tegas Arief.

Sementara itu, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kini sepasang suami istri dikenakan pasal 372 KUHP Dan 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 Tahun Penjara.

Jurnalis: Yoga Kariem

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.