Connect with us

SKI News

Giat Suro: Polda Jadi Atensi, Danrem Jaga Komitmen

Published

on

PERNYATAAN PERS: Danrem 081 DSJ Madiun Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, usai rakor memberikan pernyataan kepada wartawan. Turut didampingi Walikota Madiun Maidi, Kapolres Madiun Kota AKBP R Bobby Aria Prakasa dan lainnya.

Suarakumandang.com,BERITA MADIUN. Perayaan kegiatan Suro dan Suran Agung memperingati 1 Muharram di Madiun tahun ini (2020) dipastikan berbeda akibat dampak pandemi COVID-19. Pimpinan aparat keamanan meminta, segenap pihak mematuhi butir-butir kesepakatan telah disepakati.

Demikian disampaikan Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jawa Timur, Kombes. Pol Muhammad Firman dan Danrem 081 DSJ Madiun Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, dalam Rapat Koordinasi dan Fasilitasi Suro dan Suran Agung se  Bakorwil I Madiun, Nganjuk dan Bojonegoro di Hall Sun Hotel Madiun, Kamis (13/8/2020).

“Kepolisian memberikan atensi khusus terhadap kegiatan Suro dan Suran Agung memperingati 1 Muharram khususnya di Madiun. Tapi, tahun ini perayaannya dipastikan berbeda dampak pandemi COVID-19,” ujar Kombes. Pol Muhammad Firman.

 Ia mengatakan Polda Jatim sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan perguruan pencak silat. Ada empat poin kesepakatan yaitu kegiatan ziarah makam tahun ini ditiadakan. Lalu, pengesahan warga baru khususnya bagi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dilaksanakan di wilayah masing-masing, baik ditingkat cabang maupun ranting.

Berikutnya, pengesahan calon warga baru tidak menimbulkan pelanggaran hukum baik terhadap masyarakat maupun perguruan pencak silat lainnya. Terakhir, apabila terjadi pelanggaran, maka akan diproses sesuai hukum berlaku.

Menurutnya kegiatan ziarah makam untuk tahun ini ditiadakan karena memiliki potensi menimbulkan pergerakan massa, berkumpulnya masyarakat sehingga dikhawatirkan dapat muncul klaster baru. Begitu juga saat kegiatan pengesahan anggota baru dan pengumpulan massa dalam Suran Agung.

Sedangkan Danrem 081 DSJ Madiun meminta seluruh pihak telah menyepakati hal itu ikut berkomitmen menjaga dan melaksanakan butir-butir kesepakatan. Butir kesepakatan tidak sekadar tertulis, disampaikan hingga tingkat paling bawah dan dipedomani hingga dilaksanakan.

“Saya dan jajaran sependapat kegiatan bersifat massa berpotensi menimbulkan penularan Covid-19. Saya tidak ingin penyebaran atau penularan COVID-19 makin luas (banyak) akibat adanya kegiatan bersifat massal,” tandasnya.

Terpisah, Kapolres Madiun Kota AKBP R Boby Aria Prakasa menyatakan meski sudah ditandatangani butir-butir kesepakatan, pihaknya tetap menerjunkan personil pengamanan. “Jumlah personil pengamanan sebanyak 1.265 personil, saya juga meminta agar butir kesepakatan dipatuhi dan dilaksanakan pihak terkait,” ujarnya.

Jurnalis:  TM/Agus Basuki.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.