Connect with us

SKI News

Dapat Lampu Baru, CSR Bank Jatim di Magetan Diperketat Pengawasan Berlapis

Published

on

Direktur Teknologi Informasi Digital dan Operasi, Wiweko Probojati

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Alun-Alun Magetan kini tampil lebih terang dan hidup setelah hadirnya lampu identitas baru serta 34 titik lampu hias di kawasan trotoar depan Kampus 5 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Magetan.

Program ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang kembali mendukung penataan wajah kota.

Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyambut baik bantuan tersebut. Senin,(22/6/2026). Acara diadakan di ruang Rama tamah pendopo Surya graha Magetan.

Ia menilai keberadaan lampu-lampu itu tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga memperkuat estetika ruang publik dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas di malam hari.

“Ini bukan cuma soal terang, tapi bagaimana kota kita terlihat lebih hidup dan representatif,” ungkap Bupati Magetan akrab disapa Bunda Nanik Sumantri.

Sementara itu bantuan CSR yang disalurkan terdiri dari dua paket utama, yakni lampu identitas Alun-Alun Magetan senilai sekitar Rp 111,8 juta serta lampu hias trotoar di kawasan Kampus 5 Unesa Magetan senilai sekitar Rp 175,8 juta.

Seluruh bantuan tersebut diberikan dalam bentuk barang atau natura, yang pelaksanaannya akan dikerjakan oleh pihak ketiga sesuai ketentuan.

Dari pihak Bank Jatim, program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan melalui skema Bank Jatim Peduli.

CSR disebut sebagai mandat yang dijalankan secara konsisten setiap tahun dengan menyesuaikan kebutuhan daerah.

Realisasi CSR 2025. Ke depan akan terus berlanjut sesuai kebutuhan Kabupaten Magetan.

Meski bersifat bantuan non-tunai, pelaksanaan program ini tetap berada dalam pengawasan ketat.

Bank Jatim menegaskan seluruh kegiatan CSR diaudit berlapis oleh berbagai lembaga, mulai dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Badan Pemeriksa Keuangan, BPKP, hingga auditor internal dan kantor akuntan publik.

Sistem pengawasan tersebut memastikan setiap proses, mulai dari penyaluran hingga pelaksanaan di lapangan, berjalan sesuai ketentuan tata kelola perusahaan yang baik.

Direktur Teknologi Informasi Digital dan Operasi, Wiweko Probojati, menegaskan bahwa CSR merupakan mandat yang harus dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan transparansi.

“CSR itu mandat. Kami jalankan dengan prinsip tata kelola yang baik dan pengawasan ketat,” ujar Wiweko.

Ia menambahkan, integritas menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap setiap program yang dijalankan perusahaan.

Dengan mekanisme tersebut, setiap bantuan CSR tidak hanya disalurkan dalam bentuk dana, tetapi diwujudkan sebagai barang yang kemudian dikerjakan oleh pihak ketiga sesuai prosedur.

Hal ini sekaligus memperkuat aspek akuntabilitas dalam pelaksanaan program.

Kehadiran lampu-lampu baru ini diharapkan tidak hanya mempercantik kawasan perkotaan, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah daerah dan perbankan daerah dalam menghadirkan pembangunan yang transparan, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat. *..

Jurnalis: Tim redaksi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *