Connect with us

SKI News

Bagong Mbagun Deso, Kisah PDI-P Ngawi Mencari Sosok Pemimpin

Published

on

Makna : Pagelaran wayang kulit Harlah-47 DPC PDIP Ngawi berlakon Bagong mbangun Deso di desa Sambiroto, Padas berlangsung meriah.( 13/03/2020).

Suarakumandang.com, BERITA NGAWI. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan kabupaten  Ngawi, Jawa Timur  gelar lakon Bagong mbangun deso noto kutho dalam pagelaran wayang kulit untuk memperingati hari ulang tahunya ke 47, di Desa Sambiroto, Padas, Kamis malam ( 12/03/2020).

Lakon yang berkisah protesnya bagong, kepada pandowo karena menilai acuh terhadap menghilangnya semar, yang berakibat desa karang kedempel menjadi kacau balau karena dikuasai lelembut, diceritakan oleh dalang Ki Seno Nugroho asal Yogjakarta menjadi simbol peran hadirnya PDI Perjuangan ditengah kesulitan yang dihadapi rakyat.

Tak hanya pagelaran wayang kulit, acara yang sempat tertunda beberapa bulan akibat musibah angin ini, juga dilakukan pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur atas eksistensi DPC PDI Perjuangan Ngawi selama ini.

Selain petinggi DPC PDI Perjuangan, hadirnya Bupati Ngawi dan Wakilnya, menjadikan acara ini semakin  mengukuhkan hubungan harmonis  PDIP dan pemerintahan.

“Sebagai parpol besar di Ngawi, PDI-P telah ikut mengambil peran dalam upaya membangun Ngawi, dan diharapkan ke depan bisa diteruskan oleh pemerintahan yang baru, dikarenakan Ngawi tahun ini termasuk yang akan melaksanakan pilkada,”  kata Bupati Ngawi Budi ‘Kanang’ Sulistyono.

Kanang juga menambahkan suasana pilkada dan pileg di Ngawi ditahun-tahun sebelumnya yang aman, lancar, dan kondusif, tidak lepas dari komunikasi yang baik antara partai politik dan pemerintahan terutama PDIP Ngawi yang menjadi pemenang Pemilu tahun lalu dan mendudukan 20 orang perwakilanya di parlemen.

Sementara itu Ketua DPC PDIP Ngawi, Dwi Riyanto Jatmiko, dalam sambutannya mengatakan bahwa pihaknya bersyukur atas digelarnya perayaan ultah PDI-P tadi malam, pasalnya agenda perayaan ultah dengan pagelaran wayang kulit tersebut merupakan agenda yang tertunda, yang sedianya dilaksanakan pada 24 nopember 2019 yang lalu, namun karena hujan dan angin puting beliung maka baru bisa dilaksanakan tadi malam.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak terkait atas kerja sama dan partisipasinya pada  pagelaran wayang tadi malam, bahwa dengan perayaan ultah ini PDI-P sebagai parpol besar di Ngawi, diharapkan dapat terus menampung aspirasi masyarakat dan bersama mewujudkan cita-cita mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan,” kata Antok  ( Dwi Riyanto Jatmiko-red).

Puncaknya, pada momen ini pula DPC PDIP Ngawi telah mendeklarasikan Onny Anwar Harsono dan Antok sebagai pasangan calon Bupati / Wakil Bupati Ngawi yang diusungnya untuk berlaga dalam Pilbub Ngawi pada September mendatang.

Jurnalis: Ahmad Hakimi

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.