Connect with us

SKI News

Awal Juli KA Kembali Operasi, Daop 7 Madiun Sosialisasi Keselamatan Perlintasan

Published

on

Petugas PT KAI bersama komunitas pecinta kereta api “Pecel+63” saat mensosialisasikan tentang keselamatan diperlintasan di i JPL 8 tepatnya di Desa Karangsono, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Minggu, (02/08/2020).

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Ixfan Hendriwintoko, Manager Humas PT Kereta api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mengatakan awal Juli 2020 sejumlah kereta api penumpang regular mulai kembali dioperasikan. Dibulan Agustus 2020 ada 3 Kereta api (KA) yakni KA Matarmaja, KA Pasundan dan KA Wijayakusuma juga kembali dijalankan.

“Artinya kereta api yang melewati wilayah Daop 7 Madiun akan kembali ramai. Oleh sebab itu, kami imbau masyarakat lebih berhati-hati saat akan melewati perlintasan sebidang,” ujar Ixfan, Minggu, (02/08/2020).

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dengan  kembalinnya sejumlah KA yang beroperasi, Daop 7 Madiun  melakukan sosialisasi dan  memberikan edukasi diperlintasan sebidang kepada masyarakat.

Sosialisasi ini pihak PT KAI Daop 7  Madiun menggandeng komunitas pecinta kereta api “Pecel+63” untuk untuk mensosialisasikan serta memberikan edukasi diperlintasan sebidang di JPL 8 tepatnya di Desa Karangsono, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

 “Kami berkolaborasi dengan komunitas Raifans Pecel +63 untuk mengedukasi masyarakat di wilayah Kecamatan Barat dan sekitarnya,” terangnya.

Tujuan ini tak lain adalah, lanjut Ixfan untuk keselamatan bersama dan pengetahuan tentang pentingnya menjaga keselamatan di perlintasan sebidang.

“Ada 6 komunitas railfans yang sudah menjadi binaan PT KAI Daop 7 Madiun yang tersebar dibeberapa Kota dan kabupaten, salah satunya komunitas Pecel +63 di Madiun,”papar Ixfan.

Lebih lanjut, selain  Komunitas Pecel+63 di Madiun ada juga komunitas Brantas di Kertosono, Railfans Jombang, Railfans Kediri, Railfans Blitar dan Railfans Kota Marmer di Tulungagung.

Bahkan dalam sosialisasi dan memberikan edukasi diperlintasan sebidang, pihaknya juga mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan di stasiun dan di dalam kereta api.

Lanjut Ixfan, semua kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh CSR (Corporate Social Resposibility) PT KAI melalui program Community Relation.

“Saat sosialisasi dapat pendampingan dari kewilayahan, diantaranya perwakilan dari Polsek Barat, Koramil Barat dan dari Kecamatan Barat,” jelas Ixfan lagi.

Ixfan juga menjelaskan di tahun 2020 ini PT KAI Daop 7 Madiun telah melakukan upaya dengan menormalisasi lima perlintasan sebidang yang tidak terjaga/tidak berpalang pintu, termasuk juga cikal bakal perlintasan.

“ Semua itu kita lakukan, agar tidak ada lagi korban akibat terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang dan mencegah penyebaran penularan COVID-19 di stasiun dan dalam kereta,” kata Ixfan lagi.

Sementara itu, sesuai data dalam kurun waktu tujuh bulan terakhir, telah terjadi sebanyak 27 kejadian di perlintasan, mulai dari kereta api tertemper kendaraan, pejalan kaki, hingga palang pintu yang ditabrak oleh pengguna jalan.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.