SKI News
MBG Magetan Disorot: Diduga Ada “Settingan” Jawaban Siswa, Disdikpora: Jangan Ditutup-tutupi

Kepala Disdikpora Kabupaten Magetan Suhardi,
Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan lagi-lagi jadi omongan panas. Bukan soal gizinya saja, tapi dugaan “settingan” jawaban siswa bikin publik geleng kepala.
Sejumlah wali murid, khususnya para ibu, mengaku anak-anak mereka diduga diarahkan untuk menjawab bahwa menu MBG “baik dan enak” saat ditanya petugas SPPG.
Padahal, di lapangan, tak sedikit menemukan kondisi makanan dinilai kurang layak konsumsi.
“Anak saya disuruh bilang enak terus,” ungkap salah satu wali murid.
Ironisnya, banyak memilih diam meski menemukan kejanggalan, karena takut berurusan dengan hukum atau pihak tertentu.
Di sisi lain, dugaan adanya oknum guru ikut “mengarahkan” jawaban siswa juga mencuat.
Praktik ini dinilai bisa mengaburkan kondisi riil kualitas menu MBG diterima siswa.
Menanggapi polemik ini, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan, Suhardi, menegaskan jangan ada ditutup-tutupi.
“Dalam pelaksanaan MBG, harus kita utamakan adalah kesehatan anak. Kalau ada menu kurang baik, tidak usah ditutup-tutupi. Sampaikan saja secara berjenjang,” ujar Suhardi. Selasa,(17/3/2026).
Ia menekankan, sistem pelaporan sudah jelas. Mulai dari tingkat sekolah hingga kabupaten, semua temuan wajib dilaporkan agar bisa langsung ditindaklanjuti.
“Laporan dari lapangan kami terima setiap Minggu dan diteruskan ke tim menangani yaitu SPPG. Guru juga harus aktif melaporkan kalau ada ketidaksesuaian menu,” lanjutnya.
Suhardi juga mengingatkan, program MBG bukan ajang pencitraan. Transparansi adalah kunci agar tujuan utama yakni pemenuhan gizi dan kesehatan siswa benar-benar tercapai.
“Tidak perlu disampaikan ke semua orang, cukup sesuai mekanisme. Penting cepat ditangani,” pungkasnya.
Polemik ini jadi alarm keras: jangan sampai program seharusnya menyehatkan, justru “dipoles” demi terlihat baik di atas kertas.
Publik kini menunggu benarkah MBG untuk gizi, atau sekadar formalitas.
Jurnalis: Tim redaksi.
