SKI News
Ketua PWI Magetan Apresiasi Keterbukaan Dandim: “Media Butuh Pemimpin Responsif”

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Magetan, Cahyo Nugroho, menyampaikan sambutan mewakili wartawan pada acara di Aula Kodim 0804/Magetan, Senin (16/3/2026). Ia menegaskan pentingnya sinergi media, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keterbukaan informasi serta membangun citra positif daerah.
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN Suasana Aula Kodim 0804/Magetan, Senin (16/3/2026), terasa hangat namun penuh makna.
Puluhan awak media berkumpul dalam acara ngariung bersama Komandan Kodim 0804/Magetan, Letkol Hasan Dasuki.
Di forum ini, bukan hanya obrolan santai yang mengalir, tetapi juga pesan serius tentang keterbukaan, citra daerah, dan peran media.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Magetan, Cahyo Nugroho, secara terbuka memberikan apresiasi kepada Dandim dinilai memiliki sikap responsif dan tidak alergi terhadap pertanyaan media.
“Terima kasih atas undangan kepada awak media. Pertemuan ini bagi saya sangat luar biasa,” ujar Cahyo Nugroho di hadapan para wartawan.
Menurutnya, hubungan sehat antara pejabat publik dan media tidak boleh berhenti pada seremoni.
Yang dibutuhkan publik hari ini adalah keterbukaan informasi dan komunikasi jujur.
“Secara pribadi saya sangat mengapresiasi sikap Bapak Dandim selalu terbuka kepada media. Setiap kali saya meminta konfirmasi terkait pemberitaan, beliau selalu responsif dan terbuka. Sikap seperti ini sangat kami hargai sebagai insan pers,” tegasnya.
Bagi Cahyo, pemimpin tidak defensif terhadap media justru menunjukkan kelas kepemimpinan matang. Transparansi bukan ancaman, melainkan jembatan kepercayaan publik.
Sementara itu, Letkol Hasan Dasuki juga menyampaikan pesan cukup unik namun mengena.
Ia mengajak masyarakat dan media untuk ikut menjaga nama baik Magetan melalui perilaku sehari-hari.
Dengan gaya sederhana, ia mengibaratkan masyarakat seperti “baju” yang harus selalu dijaga kebersihan dan keharumannya.
“Mari kita wangikan baju kita agar Magetan juga ikut wangi. Jika kita semua menjaga sikap, nama Magetan akan dikenal baik di luar daerah,” ujar Hasan.
Menurutnya, seperti baju disemprot pewangi, perilaku masyarakat juga menentukan harum tidaknya nama sebuah daerah.
Jika warga menjaga etika, saling menghormati, dan menebar sikap positif, maka citra Magetan otomatis ikut terangkat.
Ia juga menegaskan bahwa membangun citra daerah bukan hanya tugas pemerintah.
Media dan masyarakat memiliki peran besar dalam membentuk persepsi publik tentang Magetan.
Dalam konteks ini, karya jurnalistik menjadi bagian penting bisa mengangkat sisi positif daerah sekaligus tetap kritis sebagai kontrol sosial.
Acara berlangsung santai namun sarat pesan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Magetan serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Di penghujung acara, Cahyo Nugroho pun menyampaikan doa bagi Dandim akan melanjutkan tugas di tempat baru.
“Semoga di tempat tugas yang baru nanti Bapak semakin sukses, diberikan kesehatan, dan terus membawa kebaikan di mana pun bertugas,” terangnya.
Di tengah arus informasi sering gaduh, pertemuan ini seolah mengingatkan satu hal sederhana: ketika komunikasi terbuka, kritik tidak lagi terasa tajam, melainkan menjadi vitamin demokrasi menyehatkan daerah.
Jurnalis: Tim Redaksi
