Connect with us

SKI News

Desa Gunungan Memanas! Viral 472 Ribu Tontonan, Isu Jual Beli Jabatan Menggelegak, Kades Membantah, Netizen Nyinyir

Published

on

Screenshot ini meledak di layar kamu! 472 ribu orang sudah nonton, netizen makin nyinyir, komentar makin liar. Kades membantah? Publik cuma bisa senyum-senyum, sambil mikir ‘lho, kok bisa segitunya ya?’

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Drama pengisian perangkat desa di Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo, Magetan, Jawa Timur rupanya belum mau reda.

Setelah di akun TikTok @suarakumandang meroket hingga 472 ribu tayangan, isu selama ini hanya dibisikkan sambil nutup pintu kamar kini meledak di ruang publik: dugaan jual beli jabatan perangkat desa.

Biasanya jadi omongan sambil bisik-bisik di warung kopi, kini menjelma keramaian digital.

Komentar netizen justru tampil lebih tajam dibanding laporan resmi.

Ledakan Suara Publik: Komentar Netizen Makin Pedas, Makin Berani

Kisruh bermula dari komentar akun @widiastuti menulis blak-blakan bahwa warga malas daftar perangkat desa karena “kursi sudah diplot sekian ratus juta.”

Kalimat itu seolah korek api. Dan bensinnya? Ratusan komentar ikut nyamber.

Beberapa paling mencolok:

@alfynafa mengaku pernah ikut seleksi, namun merasa prosesnya sudah “dikunci sejak awal.”

Akun @SERVIS DAN JUAL BELI LAPTOP nyelekit ke aparat: “Yang lapor malah bisa ketiban getah.”

Akun anonim lain menggunakan istilah “balèn jabatan” bahasa sopan untuk menyindir jabatan yang dipakai “balik modal” usai pilkades.

Rangkaian komentar itu memperlihatkan pola: isu ini bukan lahir kemarin sore.

Ada benang panjang selama ini ditarik pelan-pelan sampai akhirnya putus di ruang publik.

Kades Suroto Membantah Keras: “Wong gak ono duit-duit-an kuwi”

Kepala Desa Gunungan, Suroto, buka suara. Dengan nada tegas bahkan sangat tegas ia menepis seluruh tudingan.

“Tidak ada jual beli jabatan. Semua sesuai aturan. Wong dak ono duit-duit-an kuwi.”akunya.

Bantahan tentu tetaplah bantahan. Tapi kecurigaan warga juga masih seluas lapangan sepak bola apalagi ketika cerita-cerita muncul terdengar seragam, hanya beda juru bicara.

Inspektorat Turun, Tapi Masih ‘Mengintip’, Belum ‘Menguliti’

Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminarti akrab disapa Bunda Nanik Sumantri langsung menginstruksikan Inspektorat untuk turun tangan.

Plt Kepala Inspektorat, Andy Feriyanto, mengakui adanya laporan dugaan jual beli jabatan.

“Kami sudah menindaklanjuti laporan tersebut. Arahan Bupati jelas: lakukan monitoring supaya pengisian perangkat desa sesuai aturan.”

Namun sampai berita ini ditayangkan, belum jelas apakah: sudah ada saksi dipanggil, sudah ada dokumen desa diperiksa, atau verifikasi lapangan sudah dilakukan.

Monitoring tanpa pemeriksaan itu ibarat nonton dari balik jendela kelihatan ramai, tapi tidak tahu siapa yang melakukan apa.

Publik butuh tindakan nyata, bukan sekadar melihat dari kejauhan.

Akhirnya…

Kasus ini kini berada di persimpangan: antara bantahan resmi dan curhatan warga semakin berani.

Desa Gunungan sedang panas. Dan seperti biasa, kebenaran tak pernah lahir dari diam melainkan dari siapa berani membuka pintu lebih dulu.

Suarakumandang.com akan terus menguliti, menelusuri, dan menunggu apakah suara rakyat kali ini hanya dianggap angin lalu atau benar-benar menjadi pintu pembuka penegakan aturan di tingkat desa.

Jurnalis: Tim Redaksi.