SKI News
Trans Jatim Madiun Raya Bikin Penumpang Terminal Maospati Girang, “Asal Tepat Waktu dan Murah”

Petugas UPT P3LLAJ Madiun melakukan rampcheck kendaraan di Terminal Maospati dalam rangkaian peringatan Harhubnas 2026.
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Rencana peluncuran Trans Jatim Koridor Madiun Raya mendapat sambutan positif dari pengguna transportasi umum di Terminal Maospati. Penumpang berharap layanan baru tersebut hadir dengan jadwal pasti, tarif terjangkau, aman, serta mampu memperluas akses transportasi antardaerah.
Harapan itu muncul saat peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Terminal Maospati, Selasa (15/9/2026). Kegiatan digelar UPT P3LLAJ Madiun dengan sejumlah layanan bagi masyarakat, mulai rampcheck kendaraan, pemeriksaan mata gratis, servis sepeda motor berharga terjangkau hingga hiburan musik.
Salah satu penumpang, Marjono, mengatakan ketepatan waktu menjadi kebutuhan utama pengguna bus, terutama bagi masyarakat bepergian untuk bekerja.
“Kalau kami penumpang itu mintanya tertib, tepat waktu. Dari Magetan ke Surabaya kan untuk kerja. Jadi mintanya dari penumpang ya tertib waktu, jangan terlambat,” ujar Marjono.
Menurutnya, ketersediaan bus saat ini sebenarnya sudah cukup. Namun, ada armada terkadang tidak beroperasi sehingga penumpang harus menunggu lebih lama di terminal.
“Bisnya sudah banyak sebenarnya. Cuma kadang ada yang nggak jalan. Kita yang nunggu di terminal itu kadang sampai terlambat,” katanya.
Marjono menyambut positif rencana Trans Jatim masuk kawasan Madiun Raya. Ia berharap layanan tersebut memiliki jadwal tertib serta ongkos ramah kantong.
“Kalau Trans Jatim sampai ke daerah Madiun Raya, penumpang pasti mendukung dan senang. Yang penting jamnya tertib, ongkosnya juga murah. Kalau memang terlaksana di Madiun Raya, ya bersyukur,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari mahasiswa. Ayna, mahasiswa UNESA Kampus 5 Maospati, menilai transportasi umum baru dapat membantu mahasiswa, terutama mereka tinggal di kos.
“Kalau dari pandangan mahasiswa, kalau terealisasikan adanya Trans Jatim pastinya aku setuju banget. Apalagi mahasiswa lain,” kata Ayna.
Ia menilai tarif ekonomis dapat membantu menekan biaya perjalanan mahasiswa. Selain itu, transportasi umum dinilai dapat memberikan pilihan perjalanan lebih aman serta memudahkan mahasiswa menuju tempat pendidikan.
“Pertama tentang ekonomi, kan anak kos. Kalau ada Trans Jatim pasti akan lebih murah. Terus yang kedua, keamanan berkendara kita lebih terjamin. Yang terakhir, teman-teman mahasiswa di Madiun lebih gampang untuk berkuliah atau berpendidikan di sini,” jelasnya.
Ani, penumpang asal Magetan hendak bepergian ke Jakarta, berharap pengembangan transportasi umum juga menyentuh kawasan lebih jauh dari jalur utama.
“Harapannya semakin hari transportasinya semakin mudah. Saya berharap transportasi ke pelosok-pelosok, seperti arah Madiun, Sarangan, Magetan, atau Ngawi itu lebih mudah,” ujar Ani.
Ia mencontohkan akses menuju Sarangan masih cukup sulit bagi pengguna transportasi umum.
“Kalau sekarang ini mau ke Sarangan itu susah,” katanya.
Ani juga mendukung rencana Trans Jatim Koridor Madiun Raya. Tarif murah serta akses lebih mudah menjadi harapan utama.
“Setuju banget, karena mungkin biayanya lebih murah juga,” ungkapnya.
Beragam tanggapan penumpang tersebut menunjukkan kebutuhan utama masyarakat terhadap transportasi umum meliputi ketepatan jadwal, tarif terjangkau, keamanan, serta jangkauan layanan lebih luas.
Rencana Trans Jatim Koridor Madiun Raya diharapkan mampu memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus membuka pilihan transportasi lebih praktis bagi masyarakat dan mahasiswa di kawasan Madiun Raya.**
Jurnalis: Tim Redaksi.
