Connect with us

SKI News

Gogoh Lele, Cara Warga Sambut Kemerdekaan Dengan Berani Kotor

Published

on

HUT RI makin seru! Menangkap lele di sawah, sederhana tapi bikin bahagia. Lumpur di kaki, senyum di wajah.

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Ada unik dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Dukuh Bogem, Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Warga memilih turun ke sawah berlumpur untuk mengikuti tradisi gogoh lele, Selasa (25/8/2026).

Sekitar satu kuintal ikan lele dilepas ke dalam petak sawah telah dipenuhi lumpur. Begitu aba-aba dimulai, warga langsung nyemplung dan berjibaku menangkap ikan dengan tangan kosong.

Ikan lele licin membuat perburuan berlangsung seru. Tak jarang, ikan nyaris tertangkap kembali meloloskan diri. Kejar-kejaran warga dengan lele pun menjadi tontonan mengundang tawa dan sorak-sorai.

Bukan hanya ikan belepotan lumpur. Para peserta juga harus rela pakaian dan tubuh mereka cemong demi mendapatkan hasil tangkapan. Bukannya risih, warga justru semakin menikmati suasana dengan saling berebut ikan sambil tertawa dan bersorak.

Salah seorang peserta, Huda Nasrullah, mengaku mengikuti gogoh lele untuk ikut memeriahkan peringatan kemerdekaan. Ia berhasil mendapatkan lima ekor lele meski harus cukup kesulitan menangkap ikan di tengah lumpur.

”Saat menangkap benar benar sulit karena licin,”kata Huda sambil tertawa.

Hal serupa disampaikan Budi. Warga tersebut mengaku rutin mengikuti gogoh lele setiap tahun. Dalam kegiatan kali ini, ia berhasil membawa pulang sekitar lima hingga delapan ekor lele.

Menurut Budi, perjuangan menangkap ikan di tengah lumpur justru menjadi bagian paling seru dari perayaan kemerdekaan.

Bagi warga Dukuh Bogem, gogoh lele bukan sekadar berburu ikan. Tradisi tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, membangun kekompakan, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.

Sebab, dalam merayakan kemerdekaan, warga Dukuh Bogem membuktikan satu hal: tak harus tampil bersih untuk bersenang-senang—kadang, kemerdekaan justru terasa lebih seru ketika berani kotor.*

Jurnalis: Priyam

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *