SKI News
43 Warga Desa Pragak Dikarantina, Penanggulan Covid 19 Anggarkan Rp 7 juta

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Dalam upaya mencegah menyebarnya virus corona atau covid 19 pemerintah desa Pragak, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur telah mengkarantina 43 warganya yang baru datang dari berbagai daerah maupun Luar Negeri.
Yudhi Agung Pranoto sekretaris desa Pragak mengatakan pihaknya telah mengkarantina sejumlah 43 orang secara mandiri.”Dari sekian orang yang dikarantina yakni berasal dari berbagai daerah di tanah air dan luar negeri,”ujar Yudhi kepada jurnalis suara kumandang. Senin, (13/04/2020).
“43 orang tersebut berasal dari Hongkong 8 orang, Arab saudi 1 orang, Tawian 2 orang, korea selatan 1 orang dan sisanya dari dalam negeri,”jelas Yudhi.
Dijelaskan pula, sebelum mereka (43-red) masuk desa atau rumahnya masing-masing dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dibalai desa. ”Namun saat pemeriksaan dari pihak desa tidak merasa yakin dengan kondisi perantau maka kita menyarankan melakukan pemeriksaan di pukesmas Parang,”kata Yudhi.
“Hingga sampai saat ini, perantau yang kami karantina berjumlah 43 orang, mereka melakukan karantina mandiri yaitu dirumah masing-masing selama 14 hari, dengan pemeriksaan berkala,”paparnya.
Dalam hal ini pihak desa Pragak juga menyediakan ruang isolasi yang terletak di Paud tepatnya disebelah timur kantor balai desa Pragak dan hingga kini ruang tersebut masih kosong.
Sementara itu, pihak desa untuk mengantispasi penyebaran virus corona atau covid 19 juga melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya penyemprotan, himbuhan kepada masyarakat terkait covid 19, dan pembagian cairan disinfektan dan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pandemic covid 19 atau virus corona.
Masih kata Yudhi, bidang penanggulan bencana covid 19 atau virus corona desa Pragak menganggarkan kurang lebih Rp 7 juta.”Namun jika dana tersebut kurang dalam menangani pandemic ini, maka akan ditambah dengan memangkas kegiatan lain. Namun hingga sampai hari ini kita total baru habis Rp 4 juta untuk penanggulan covid 19, ”pungkasnya.
Jurnalis : Cahyo Nugroho.
