SKI News
225 Mahasiswa UNESA Pamitan dari Magetan, Bedagung Panekan Sabet KKN Award Perdana

Kepala Bapperida Magetan Eko Muriyanto menyampaikan sambutan saat penarikan 225 mahasiswa UNESA sekaligus KKN Award Kabupaten Magetan 2026 di Pendopo Surya Graha, Rabu (23/9/2026).
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Sebanyak 225 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus 2 Ketintang Surabaya menuntaskan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Magetan.
Penarikan mahasiswa sekaligus KKN Award Kabupaten Magetan Tahun 2026 digelar di Pendopo Surya Graha, Rabu (23/9/2026). Agenda tersebut menjadi penutupan KKN UNESA sekaligus gelaran perdana penutupan KKN di Pendopo Surya Graha.
Kelompok KKN Desa Bedagung, Kecamatan Panekan, meraih Terbaik I dalam KKN Award. Terbaik II diraih Kelompok KKN Desa Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo, sedangkan Terbaik III diraih Kelompok KKN Desa Selorejo, Kecamatan Kawedanan.
KKN Award menjadi bentuk apresiasi terhadap program kerja mahasiswa selama menjalankan pengabdian sekitar dua bulan. Sebanyak 225 mahasiswa terbagi dalam 15 kelompok dan tersebar di 15 desa pada tiga kecamatan.

Perwakilan KKN Desa Bedagung, Kecamatan Panekan, menerima penghargaan Terbaik I KKN Award Kabupaten Magetan 2026 di Pendopo Surya Graha, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan digelar Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) bersama UNESA mulai pukul 09.00 WIB.
Kepala Bapperida Magetan Eko Muryanto mengatakan KKN Award menjadi salah satu program baru Pemerintah Kabupaten Magetan untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah, perguruan tinggi dan mahasiswa.
“KKN Award ini merupakan salah satu program baru diusung Ibu Bupati. Tujuan pertama, menarik minat mahasiswa melalui universitas untuk bersama-sama bersinergi membangun Magetan,” ujar Eko.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga memberikan gagasan serta pemikiran bagi pembangunan Magetan.
“Kami berharap keberadaan KKN ini dapat memacu motivasi adik-adik mahasiswa untuk lebih optimal menyumbangkan pikiran dan gagasannya bagi Magetan,” katanya.
Eko menegaskan Pemerintah membutuhkan dukungan perguruan tinggi serta mahasiswa dalam menjalankan pembangunan daerah.
“Kita menyadari Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa kerja sama dengan civitas akademika. Karena itu, sinergi antara Pemerintah, perguruan tinggi dan mahasiswa sangat penting,” jelasnya.
Menurut Eko, penutupan KKN UNESA kali ini menjadi kegiatan pertama digelar di Pendopo Surya Graha. Ia menyebut sebelumnya belum ada penutupan KKN dari universitas lain digelar di lokasi tersebut.
“Penutupan KKN UNESA baru pertama kali digelar di Pendopo Surya Graha. Universitas lainnya belum pernah,” ungkap Eko.
Dari sisi ekonomi, kehadiran mahasiswa selama sekitar dua bulan turut memberi aktivitas tambahan bagi masyarakat Desa. Interaksi mahasiswa bersama warga ikut menggerakkan kegiatan ekonomi lokal.
“Dari sisi ekonomi, tentu ada peningkatan di Desa, meskipun mungkin belum signifikan. Keberadaan mahasiswa selama kurang lebih dua bulan membuat mereka aktif berinteraksi dengan masyarakat dan menggerakkan aktivitas di Desa,” katanya.
UNESA Turunkan Ilmu Kampus ke Desa
Direktur Direktorat Pendidikan dan Transformasi Pendidikan UNESA Rooselyna Ekawati mengatakan KKN menjadi salah satu program mobilitas akademik UNESA.
UNESA memiliki sejumlah program mobilitas akademik. KKN menjadi ruang bagi mahasiswa menerapkan ilmu selama kuliah secara langsung di tengah masyarakat.
“UNESA itu punya beberapa program mobilitas akademik. Salah satunya adalah KKN. Kebetulan di Magetan ini sekarang kita mengirimkan sebanyak 225 mahasiswa, terbagi ke tiga kecamatan dan 15 desa,” kata Rooselyna.
UNESA juga menerjunkan sekitar 15 dosen pendamping lapangan untuk mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KKN.
“Pada prinsipnya, apa yang sudah dipelajari adik-adik di kampus bisa diterapkan dan berdampak di masyarakat melalui program KKN ini,” ujarnya.
Berbagai program dijalankan mahasiswa, mulai pengembangan potensi Desa, berbagi ilmu bersama masyarakat hingga penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Pengembangan branding UMKM menjadi salah satu bentuk implementasi ilmu mahasiswa selama berada di Desa.
“Bagaimana mengembangkan potensinya, kemudian bagaimana menerapkan UMKM supaya bisa dibranding, branding UMKM, juga diterapkan oleh adik-adik. Itu adalah implementasi dari apa sudah mereka pelajari di kampus,” jelas Rooselyna.
Ia berharap program KKN memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman akademik bagi mahasiswa.
“Semoga bisa berdampak di masyarakat,” tandasnya.
225 Mahasiswa Tersebar di 15 Desa
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa UNESA tersebar di 15 Desa pada tiga kecamatan.
Di Kecamatan Kawedanan meliputi Desa Jambangan, Selorejo, Bogem, Karangrejo dan Balerejo.
Di Kecamatan Ngariboyo meliputi Desa Ngariboyo, Baleasri, Selotinatah, Mojopurno dan Banyudono.
Sementara di Kecamatan Panekan meliputi Desa Turi, Banjarejo, Sidowayah, Bedagung dan Milangasri.
Penarikan mahasiswa sekaligus KKN Award menandai berakhirnya rangkaian KKN UNESA Kampus 2 Ketintang Surabaya di Kabupaten Magetan Tahun 2026.
Bedagung Panekan tampil sebagai peraih Terbaik I KKN Award perdana di Pendopo Surya Graha. Ngariboyo menempati Terbaik II, sedangkan Selorejo meraih Terbaik III.
Jurnalis: Tim
