Connect with us

SKI News

Satu Abad Gontor, Sarasehan Nasional Mubaligh Hadirkan Wamenag hingga Tokoh Nasional

Published

on

Abu Bakar Ba’asyir seusai menghadiri acara sarasehan nasional di ponpes Gontor.

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Peringatan satu abad atau 100 tahun berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi momentum istimewa yang tidak hanya dirayakan dengan semarak, tetapi juga diisi dengan forum intelektual dan keagamaan.

Salah satunya melalui Sarasehan Nasional Mubaligh yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional, ulama, pimpinan pesantren, hingga Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Muhammad Syafi’i, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Bangsa Indonesia” tersebut digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor, Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Ribuan santri, mubaligh, dan ulama dari berbagai daerah tampak memadati lokasi acara.

Tak hanya menjadi ajang silaturahmi para tokoh pesantren, sarasehan ini juga menjadi ruang bertukar gagasan mengenai peran pesantren dalam menjawab tantangan zaman.

Sejumlah tokoh hadir sebagai narasumber, di antaranya KH Hasan Abdullah Sahal, KH M. Akrim Mariyat, Wakil Menteri Agama RI Muhammad Syafi’i, Hidayat Nur Wahid, KH Hamid Fahmy Zarkasyi, hingga pendiri Ponpes Islam Al Mu’min, Abu Bakar Ba’asyir.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Agama RI Muhammad Syafi’i menilai Pondok Modern Darussalam Gontor telah menjalankan fungsi pesantren secara utuh sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Menurutnya, pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi pusat dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

“Gontor untuk Indonesia sudah menjadi dua hal yang sulit dipisahkan. Nama besar itu menunjukkan amanah besar sebagai pesantren kepercayaan umat. Program-program yang dijalankan Gontor juga menjawab kebutuhan masyarakat, mulai pendidikan, dakwah hingga pemberdayaan,” ujarnya.

Syafi’i juga menyebut nama Gontor telah dikenal luas hingga ke mancanegara. Bahkan saat berbicara tentang pesantren Indonesia di luar negeri, nama Gontor kerap menjadi salah satu rujukan utama.

Sementara itu, Abu Bakar Ba’asyir berharap Pondok Modern Darussalam Gontor terus memperkuat kontribusinya bagi umat Islam melalui pendidikan dan penguatan ukhuwah Islamiyah.

“Mudah-mudahan lebih kuat lagi dalam usaha pendidikan pesantren dan terus melahirkan ulama-ulama yang bermanfaat bagi umat,” katanya.

Sarasehan Nasional Mubaligh ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Berbagai materi strategis terkait dakwah, pendidikan pesantren, ekonomi umat, hingga penguatan peran mubaligh di era digital akan menjadi bahasan utama dalam forum tersebut.

Memasuki usia satu abad, Gontor kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pesantren yang tak hanya menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga terus bergerak mengikuti perkembangan zaman.

Bukan sekadar merayakan usia, tetapi menegaskan peran sebagai kawah candradimuka lahirnya generasi pemimpin bangsa.*.

Jurnalis: Pryam.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *