SKI News
Satgas Pangan Turun Pasar Jelang Nataru, Harga Aman di Atas Kertas Cabai Tetap Bikin Dompet Menjerit

Sidak Pasar Jelang Nataru di Pasar Ikan Magetan. Bupati dan rombongan turun langsung, memastikan harga katanya aman dan stok disebut cukup. Di atas kertas terkendali, di lapak cabai tetap bikin pembeli menelan ludah. Sidak jalan, dompet rakyat yang diuji.
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Satgas Pangan bersama Bupati Magetan, didampingi Wakapolres Magetan Kompol Dodik, turun ke pasar, Kamis (18/12/2025).
Agenda ini dikemas sebagai langkah memastikan pasokan bahan pokok penting (bapokting) aman dan harga tetap terkendali saat momen liburan.
Secara konsep, niatnya mulia: dapur warga diharapkan tetap mengepul, bukan malah berasap karena harga melonjak.
Monitoring melibatkan Satgas Pangan Satreskrim Polres Magetan dan sejumlah perangkat daerah, menyisir komoditas strategis hingga jalur distribusi.
Tujuannya satu, mencegah permainan harga dan menutup peluang penimbunan yang kerap muncul saat permintaan meningkat.
Di atas kertas, kondisi inflasi Magetan memang terlihat jinak. Mengacu Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Madiun sebagai kota acuan, inflasi tahunan (YoY) per November 2025 berada di kisaran 2,36 persen lebih rendah dibanding Jawa Timur dan nasional. Angka ini menenangkan, setidaknya bagi meja rapat dan laporan resmi.
Namun realitas di pasar tak selalu seindah grafik. Beras premium berada di kisaran Rp14.900 per kilogram dan beras medium Rp13.000 per kilogram, relatif stabil berkat pasokan SPHP, stok Bulog, dan panen lokal.
Gula pasir kristal putih tercatat sekitar Rp16.166 per kilogram, sementara minyak goreng masih “aman” di rentang Rp18.166 hingga Rp19.333 per liter.
Masalahnya muncul di sektor bumbu dapur. Cabai rawit merah meroket hingga Rp75.000 per kilogram, cabai merah besar Rp51.666 per kilogram, dan bawang merah bertengger di kisaran Rp50.666 per kilogram.
Secara administrasi mungkin terkendali, tapi di dompet warga jelas terasa menekan. Daging ayam ras pun ikut naik di kisaran Rp37.000 per kilogram, terdorong harga pakan dan lonjakan permintaan musiman.
Wakapolres Magetan Kompol Dodik memastikan stok bapokting mencukupi dan distribusi berjalan lancar.
Ia menegaskan Satgas Pangan tidak akan memberi ruang bagi penimbun dan spekulan yang bermain di atas penderitaan masyarakat.
Ke depan, pengawasan distribusi, termasuk BBM dan LPG, akan diperketat. Operasi pasar dan gerakan pangan murah kembali dijanjikan, agar stabilitas tak berhenti sebagai jargon tahunan.
Sebab pada akhirnya, stabilitas harga bukan soal angka inflasi semata.
Ia adalah ukuran seberapa jauh pemerintah benar-benar hadir bukan hanya di pasar, tapi juga di meja makan warganya.
Jurnalis: Tim Redaksi
