Connect with us

SKI News

Pentol MBG Berlendir Bikin Heboh, SPPG Tambakmas Minta Maaf: “Kami Evaluasi Total”

Published

on

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan lagi-lagi jadi bahan omongan.

Kali ini gara-gara menu pentol bakso yang diterima siswa taman kanak-kanak dilaporkan berlendir dan berbau kurang sedap.

Temuan itu langsung memantik perhatian. Apalagi program MBG digadang-gadang sebagai upaya menyiapkan generasi masa depan Indonesia yang sehat dan kuat.

Dengan anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat cukup besar, publik tentu berharap kualitas makanan yang diberikan benar-benar terjaga.

Seorang staf Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Desa Tambakmas, Kecamatan Sukomoro, yang enggan disebutkan namanya, akhirnya buka suara saat ditemui jurnalis suarakumandang.com.

Menurutnya, kondisi pentol yang terlihat berlendir diduga terjadi karena proses pengemasan saat makanan masih panas.

“Pentol bakso kemungkinan dimasukkan ke dalam kemasan mika saat masih panas. Karena tertutup rapat, terjadi penguapan di dalam kemasan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut bisa memicu embun atau lendir pada makanan, apalagi jika wadah makanan tertumpuk saat distribusi.

“Kalau masih panas lalu tertutup rapat, uapnya bisa membuat makanan terlihat berlendir dan memicu aroma tertentu,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, pihak SPPG juga menjelaskan bahwa menu MBG untuk siswa taman kanak-kanak sempat diberikan secara rapel selama empat hari, mulai Jumat hingga Selasa.

Atas kejadian yang viral tersebut, pihak SPPG Tambakmas menyampaikan permohonan maaf kepada wali murid.

“Kami mohon maaf kepada orang tua siswa. Ke depan kami akan lebih berhati-hati,” ujar petugas Aslap SPPG Tambakmas. Jumat,(13/3/2026)

Ia menegaskan bahwa kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi serius, terutama pada proses di dapur hingga distribusi makanan.

“Kami akan koordinasi dengan bagian dapur agar ke depan penyajian lebih baik. Ini akan kami evaluasi,” tegasnya.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa program sebesar MBG tidak hanya soal distribusi makanan, tapi juga soal standar kebersihan, keamanan pangan, dan pengawasan ketat.

Sebab yang dipertaruhkan bukan sekadar menu makan siang, tapi kesehatan calon generasi Indonesia ke depan.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *