Musim Kemarau, Tembakau Ngawi Tumbuh Subur ditengah Ancaman OPT

Tim pembimbing teknis Dinas Pertanian Ngawi sosialisasikan teknologi PHT budidaya tembakau kepada kelompok tani tembakau menekan ancaman OPT. ( 08/ 10/2019 )

Suarakumandang.com,BERITA NGAWI. Musim kemarau membawa dampak positif bagi produktifitas tanaman tembakau di kabupaten Ngawi. Kompisisi antara suhu, tingkat kekeringan tanah dan cara pengelolaan lahan membuat pertumbuhan tembakau menjadi seperti yang diharapkan .

Menurut Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Kabupaten Ngawi, Sojo, para petani tembakau yang tersebar di kecamatan Bringin, Padas, Karangjati, Kasreman dan kecamtan Paron saat ini mampu mencapai rata rata 1 ton / Hektarnya.

Namun kondisi menggembirakan tersebut beriringan dengan potensi adanya organisme penganggu tanaman atau OPT. Kemunculanya kerap mengancam produktifitas tembakau meskipun saat cuaca atau musim dalam keadaan baik. Sehingga acap kali produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan.

“Meskipun pertumbuhan tembakau pada saat ini membaik, namun ganguan organisme masih menjadi ancaman mengurangi produktifitas,” kata Sojo.

Mengenai hal ini, Dinas Pertanian Ngawi melakukan pelatihan berupa bimbingan teknologi pengendalian hama terpadu kepada para petani tembakau. Teknisnya adalah petani melakukan sendiri metode dan teknik pengendalian OPT, baik saat bercocok tanam, pengobatan dan pengenalan hama maupun organisme yang menyerang saat pertumbuhan tembakau membaik.

Salah satu kelompok petani tembakau yang mendapatkan bimbingan teknis pengendalian OPT adalah kelopompok tani Marsudi Karyo, desa Karangjati kecamatan Karangjati ( 08 / 10/2019 ). Secara langsung penyuluh Dinas Pertanian mengajak para petani tembakau desa ini turun langsung ke area pertanian untuk mengamati tanaman tembakau dan kondisi tanaman yang terserang OPT.

“Bimbingan teknologi PHT berkonsep pembelajaran orang dewasa ini dilakukan dengan tahapan pengamatan tentang OPT di lapangan, kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai permasalahan sekaligus dicarikan solusi serta penanggulangannya sesuai dengan kearifan lokal tempat lahan tembakau berada,” kata Marsudi, Kepala Dinas Pertanian Ngawi .

Selanjutnya diharapkan melalui pelatihan bimbingan teknologi PHT tersebut dapat tercipta suasana belajar yang menyenangkan, multi komunikasi antar petani tembakau serta menambah motivasi untuk petani tembakau dalam menghasilkan produk yang semakin meningkat.

Jurnalis:  Ahmad Hakimi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.