SKI News
Media Gethering, Tumplek Blek di Diskominfo Ponorogo: Lisdarita Hadir, Wartawan Mendadak Rajin!

Kepala Diskominfo Statistik Ponorogo, Sapto Djatmiko
Suarakumandang.com. BERITA PONOROGO. Suasana mendadak riuh di sebuah rumah makan kawasan Batoro Katong, Ponorogo, lokasi digelarnya media gathering Diskominfo. Mirip reuni wartawan se-Karesidenan semua tumplek blek tanpa sisa.
Media biasanya pilih-pilih acara, hari ini kompak hadir bareng PLT Bupati Ponorogo, Lisdarita.
Ya iyalah, kalau Bunda turun gunung, masa wartawan nggak datang? Bisa-bisa dicap kehilangan insting jurnalistik.
Kepala Diskominfo Statistik Ponorogo, Sapto Djatmiko, tampil sebagai komandan panggung.
Gaya adem tapi nusuk persis teh panas yang diseruput pelan ia menyindir bahwa tahun 2026 bukan lagi eranya media hadir hanya kalau ada“ABC”.
Semua kerja sama bakal ditata ulang, diratakan, dan diperlakukan manusiawi. Tanpa anak emas, tanpa anak tiri.
“Mohon sabar. Kita tata semua. Kerja sama itu bukan lomba lari cepat, tapi maraton dengan ikhlas,” ujarnya, sambil melirik nakal deretan jurnalis biasanya hadir kalau mood sedang baik.
Sapto juga menyinggung geliat ekonomi nasional. Jika triwulan I tahun 2026 bisa tembus pertumbuhan 5,6 persen, PAD daerah ikut naik.
“Kalau PAD naik, media juga kecipratan angin segar. Jadi mari kita dukung bersama,” katanya.
Wartawan pun kompak manggut-manggut, seperti paham betul angin segar itu bakal berembus ke mana.
Tak berhenti sampai di situ, Sapto menyentil keras dunia digital yang makin “tipis batas”. Fakta, opini, dan persepsi kini setipis kertas RAB proyek. Salah sedikit saja, publik langsung gaduh.
Karena itu ia mengingatkan, media jangan cuma jago menggoreng isu. Wajib sajikan data, bukan bumbu cabai setan.
“Sekarang persepsi bisa lebih kencang dari fakta. Kalau ada opini ngawur, ya kita luruskan bareng. Jangan ikut masuk angin,” tegasnya.
Suasana gathering makin hangat. Media yang biasanya “tutup buku” alias langganan absen pun hadir manis. Alasannya? Simpel.
“Bunda hadir, Mas… ya nggak mungkin nggak datang. Nanti dosa jurnalistik,” celetuk seorang wartawan sambil cekikikan.
Di penghujung acara, Diskominfo memastikan komitmennya: transparansi, sinergi, dan kerja sama tanpa drama. Pemerintah butuh media, media butuh akses informasi dua-duanya saling butuh, jadi jangan ada yang sok jaim.
Acara ditutup dengan petuah ringan tapi nyelekit:
“Di era digital, jangan cuma cepat posting. Cepat mikirnya juga harus.”
Jurnalis: Tim Redaksi.
