SKI News
MBG Magetan Kena Rem Lagi: SPPG Disuspensi Kini Tinggal 5, Pemkab Siapkan Evaluasi Besar

Sekda Magetan Welly Kristanto
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN . Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan lagi-lagi jadi bahan perbincangan publik.
Setelah sebelumnya enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disuspensi, per hari ini jumlahnya berubah menjadi lima SPPG masih dikenai penangguhan operasional.
Sekretaris Daerah Magetan, Welly Kristanto, menyebut langkah suspensi ini diambil sebagai bentuk evaluasi serius setelah muncul berbagai laporan soal kualitas menu MBG dinilai tidak sesuai spesifikasi.
“Dari sekitar 60 SPPG berjalan, per hari ini ada lima SPPG di Magetan disuspensi,” ujar Welly.
Temuan itu bukan sekadar soal menu dipertanyakan kualitasnya.
Beberapa SPPG juga diketahui belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dokumen penting menjadi standar kelayakan kebersihan dan sanitasi dalam penyediaan makanan.
Berikut lima SPPG di Magetan saat ini disuspensi:
SPPG Magetan Bendo Bendo
SPPG Magetan Candirejo
SPPG Magetan Kartoharjo Gunungan
SPPG Magetan Candirejo 2
SPPG Magetan Karangrejo Grabahan
Menurut Welly, berbagai persoalan tersebut terungkap setelah muncul laporan dari masyarakat ramai dibicarakan di media massa maupun platform sosial.
Isu itu langsung menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi lebih serius terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.
Pemkab Magetan pun tidak tinggal diam. Rapat evaluasi besar dijadwalkan digelar Jumat mendatang dengan menghadirkan berbagai pihak yang terlibat dalam program tersebut.
Mulai dari mitra penyedia makanan, yayasan pengelola, hingga koordinator SPPG akan dipanggil untuk duduk bersama membahas persoalan yang muncul.
“Jumat nanti semuanya kita kumpulkan. Pihak kemitraan, yayasan, dan koordinator SPPG akan kita evaluasi bersama untuk menyamakan komitmen,” tegas Welly.
Langkah ini diambil setelah masih ditemukan menu MBG dinilai tidak sesuai standar, baik dari sisi kualitas bahan makanan maupun kondisi makanan diterima siswa.
Pemerintah Kabupaten Magetan menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar pembagian makanan, melainkan program strategis berkaitan langsung dengan kesehatan dan pemenuhan gizi anak-anak.
Karena itu, standar pelaksanaannya tidak boleh dianggap sepele.
Melalui evaluasi menyeluruh ini, pemerintah berharap seluruh pihak terlibat segera melakukan pembenahan agar kualitas layanan benar-benar terjaga.
“Setelah rapat nanti akan ada langkah perbaikan. Harapannya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,”terang Welly.
Di tengah sorotan publik semakin tajam, evaluasi terhadap SPPG ini menjadi momentum penting untuk memastikan program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan: makanan sehat, layak, dan bergizi untuk para pelajar di Magetan.
Jurnalis: Tim Redaksi.
