SKI News
Koordinasi Sudah, Jalan Tetap Gelap: PJU Magetan Kalah Telak, DLH Seolah Hilang dari Radar

Salah satu PJU penerangannya tertutup pohon dan ranting.
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN.Koordinasi disebut sudah dilakukan. Rapat mungkin sudah jalan. Pesan sudah disampaikan. Namun faktanya, malam hari di Magetan masih akrab dengan gelap.
Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan, Welly Kristanto, menyatakan telah berulang kali berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) tertutup pohon dan ranting.
“Sudah kami koordinasikan dengan DLH supaya dilakukan pemangkasan,” ujar Welly kepada jurnalis suarakumandang.com.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, koordinasi tersebut belum menjelma menjadi bunyi gergaji atau gerak petugas di lapangan. Pohon tetap rimbun, ranting tetap menjulur, dan lampu PJU tetap kalah bersinar.
Di sejumlah ruas jalan, khususnya kawasan Kota Magetan, PJU tampak seperti pajangan malam hari.
Lampunya menyala, tapi fungsinya nyaris nihil. Cahaya terperangkap di balik dedaunan, tak pernah benar-benar sampai ke jalan. Gelap pun kembali menang, tanpa perlawanan berarti.
Ironisnya, kondisi ini bukan kejutan. Warga sudah lama mengeluh. Bukan sekali dua kali. Hampir tiap sudut kota punya cerita serupa: PJU ada, terang tak terasa.
“Kalau cuma nyala di balik pohon, ya percuma. Jalannya tetap gelap,” ujar seorang warga dengan nada kesal.
Koordinasi lintas OPD memang terdengar indah di atas kertas.
Tapi publik kini bertanya, apakah koordinasi itu hanya berhenti di grup WhatsApp dan meja rapat, atau benar-benar turun ke jalan bersama tangga dan mesin pemotong.
Padahal, PJU bukan dekorasi kota. Ketika lampu kalah oleh ranting, risiko kecelakaan meningkat, rasa aman menurun, dan warga dipaksa berdamai dengan gelap setiap malam.
Warga berharap DLH tak lagi bermain peran sebagai penonton. Pemangkasan pohon seharusnya rutin, bukan musiman. Respons cepat seharusnya jadi kebiasaan, bukan reaksi setelah sorotan media.
Sebab jika lampu terus dibiarkan bersembunyi di balik daun, maka yang padam bukan hanya cahaya jalan Magetan, melainkan juga kepercayaan publik pada kinerja birokrasi.
Jurnalis: Tim Redaksi
