SKI News
Karena Keteledoran Orang Tua, Balita Di Ngawi Alami Luka Bakar

Tri Murni saat membawa anaknya ke IGD RSUD Soeroto Ngawi
Suarakumandang.com, BERITA NGAWI. Akibat keteledoran orang tua, seorang balita di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terbakar saat terlelap tidur di kamarnya. Orang tua korban yang mengetahui kebakaran di kamar langsung lari dan menerobos api demi menyelamatkan anaknya. Sabtu (16/03/2019).
Tri Murni, ibu korban menjelaskan bahwa awal mula kejadian kebakaran di kamarnya dikarenakan obat nyamuk bakar yang ia nyalakan untuk mengusir nyamuk saat anaknya tidur.” Anak saya tidur, jadi saya kasih obat nyamuk biar ga digigit nyamuk. Terus saya tinggal nggoreng tempe dulu, tapi pas saya periksa sudah ada api di dalam kamar,”jelasnya.
“Saat ada api di kamar tidak pikir panjang, saya langsung jebol dinding kamar saya untuk ngambil anak saya yang terjebak api. Untung dinding saya dari triplek jadi mudah untuk dijebol. Mau saya bawain ember juga ga keburu,”ungkapnya.
Beruntung nyawa korban Rakha Athaya Susilo (1) warga Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, bisa diselamatkan, naasnya korban mengalami luka bakar pada bagian wajah, tangan, dan kakinya.
Anak pasangan dari Joko Susilo dan Tri Murni ini, langsung dilarikan ke rumah sakit umum Dokter Soeroto Ngawi, korban juga harus mendapatkan perawatan intensif akibat menderita luka bakar di tubuhnya. Dan diduga api berasal dari obat nyamuk bakar yang ibu korban nyalakan.
Suyanto selaku Kepala Desa Ngale mengatakan bahwa rumah korban pun juga di lalap si jago merah. Pasalnya bangunan rumah korban terbuat dari kayu, sehingga mudah terbakar. ” Saat Tri Murni bawa anaknya sambil nangis, warga melihat rumahnya pun juga ikut terbakar. Warga gotong royong memadamkan api dengan alat seadanya, namun tak bisa sampai padam. Tidak bisa dihindari lagi, api semakin membesar dan membakar rumah nya. Apalagi rumahnya terbuat dari kayu, jadi mudah terbakar,”tuturnya.
Setyoko, dokter IGD RSUD Soeroto Ngawi mengatakan bahwa korban mengalami luka bakar sekitar 21% dari sekujur tubuhnya.” Alhamdulillah anaknya di IGD masih baik, lukanya 21% dari tubuh, luka di bagian wajah dan lengan. Lalu korban juga dehidrasi cairan, jadi perlu terapi,”katanya.
Akibat musibah kebakaran ini, korban mengalami kerugian materil hingga puluhan juta. Selain itu orang tua korban harus mengobatkan anaknya yang mengalami luka bakar.
Jurnalis: Ratno Utomo
