Connect with us

SKI News

Ipong Resmikan LTSA PPPMI Untuk Kemudahan PMI

Published

on

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menunjukan nomor antrian di kantor Layanan Terpadu Satu Atap Ponorogo

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Kabar baik untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Ponorogo. Pasalnya, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengesahkan kantor Layanan  Terpadu Satu Atap Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (LTSA PPPMI) di lingkungan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker)  Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Rabu (27/2/2019).

Ipong Muchlissoni menjelaskan bahwa LTSA PPPMI ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat Ponorogo yang akan bekerja ke luar negeri, agar tidak ribet mengurus atministrasinya. “Hari ini kami lounching kantor Layanan Terpadu Satu Atap untuk para PMI di Ponorogo agar tidak ribet mengurus perijinan dan tidak perlu menggunakan calo,” jelasnya.

“Karena dengan adanya LTSA, PMI mengurus berkas hanya di satu tempat. Misalnya dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketengakerjaan, imigrasi, SKCK. Jadi, keberangkatan ke luar negeri jadi mudah” ungkapnya.

Pada acara lounching LTSA PPPMI ini juga dihadiri oleh perwakillan dari Kementrian Tenaga Kerja RI, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Tenaga Kerja  Ponorogo, serta perwakilan BNP2TKI dan sekitar 500 orang calon pekerja migran Indonesia dari Ponorogo

Dengan adanya LTSA PPPMI ini diharapkan dapat menekan angka PMI tidak resmi atau ilegal di Ponorogo. “Tidak ada alasan lagi mengurus perijinan susah, pakai calo dan lain sebagainya, karena kami sudah siapkan LTSA di kantor layanan terpadu satu atap,” tegasnya.

Melihat jumlah pekerja migran dari Ponorogo cukup banyak,sekitar 35.400 orang yang mana merupakan jumlah tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Maka dari itu LTSA PPPMI didirikan untuk mempermudah PMI yang mana mereka juga merupakan pahlawan devisa.

“PMI sangat berkontribusi besar dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Ponorogo. Dari total PDRB sekitar 6 trilyun, pekerja migran itu menyumbang sebesar 1,9 trilyun atau 30%,” pungkasnya.Cahyo.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *